Jumat kemarin, tanggal 21/5/2010, ku kembali jaga malam. Oia, ku belum kasih tau, klo sekarang ku lagi stase di bagian forensik. Jadi klo lagi jaga malam tugasny adalah klo ada korban mati perlu dilakukan visum, bisa pemeriksaan luar atau dalam atau keduany. Bisa juga melakukan visum pada korban hidup, forensik klinik (forklin) namany.
kembali ke topik, jumat kemarin adalah jaga ku yang ketiga. Kedua jaga sebelumny, ketika ku jaga hanya ada satu kasus tiap jaga. Sehingga saat jaga bisa tidur semaleman.
Nah, pada jaga ku yang ketiga ini, banyak banget kasus. Oke, ku sebutkan satu2, dari forklin dulu deh. Kasus forklin pertama, Ny.S datang dengan penganiayaan oleh teman kerjany sendiri. Korban ditendang sebanyak 10x pada kemaluanny. Kasus kedua, Tn. I dipukul oleh temanny dengan tongkat besi hingga kepalany robek. Kasus ketiga, Ny.D, didorong oleh pelaku hingga hingga kepalany terbentur tembok dan ada luka robek. Kasus forklin keempat, Tn. I merupakan korban pembiusan, tapi kasus ini belum ada surat permintaan visum dari polisi.
haaahhh... banyakkan , tapi ini blum selesai...
Nah, Klo korban mati ada 2. Kasus pertama, Tn. X mati karena luka tusuk sebanyak 5 tusukan. Awalny dilakukan pemeriksaan luar. Pemeriksaan itu dilakukan jam 9 malam. Tapi korban ini juga ada kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan dalam, ini yang paling males mesti bongkar2 organ dalam korban... iuuukssss
nah benar dugaanku, pas jam 2 pagi ada surat persetujuan dari keluarga korban untuk dilakukan pemeriksaan dalam (otopsi). Saat otopsi ku kebagian tugas untuk memotret saat otopsi. Disela2 ku memotret tanpa sengaja snelli ku kena darah korban. Yah, makin males aja nih.. Tp emang salah ku ga pake apron.. nyesel bangeeeetttt....
untung otopsiny cepat hanya sekitar 1 jam.
Ketika jam setengah 5, kasus kedua datang. Kasus kedua, Tn. I mati dalam perawatan akibat kecelakaan lalu lintas. Banyak banget lukany, wiiihh capekny sama kayak harus otopsi...
Selese bikin pemeriksaan luar sekitar jam 6 pagi. Padahal, jaga sebelumny jam 5 dah bisa pulang...
Pas mo minta tanda tangan ma dokter konsulen mesti nunggu lama lagi. Pintu kamarny di ketuk ga keluar2..
Pas mo langsung pulang, tiba2 dokterny keluar. Tapi pas mo minta lg dokterny keburu masuk, trus dketu lg ga kluar2. Ya udah langsung ngacir pulang aja, dah hampir jam 7....
Waaaaa... bener2 jaga yang melelahkan. Untung pas weekend dapet jagany, jadi bisa tidur seharian. Coba klo hari kerja, wah ga kebayang ngantuknya...
Ku sama skali ga tidur smaleman.. hiks..hiks...
Sunday, May 23, 2010
Sunday, May 9, 2010
Parese
Hari jumat siang, ketika sedang bersurfing ria di dalam forum kebanggaan, YUI-Indo.com, ada member yg bertanya pada ku mengenai masalah kesehatan temanny. Dia banyak bertanya ini-itu, hingga dia bertanya tentang suatu kasus "klo ada orang yang mengalami kecelakaan, jatuh dari kereta bayi ketika masih bayi. Akibat jatuh dari kereta, si bayi tidak bisa menutup mata kiriny dengan sempurna. Oleh, orang tua hanya di bawa ke dokter mata dan tidak ada masalah pada mata. Bayi pun bertambah besar, selain mata yang tidak bisa menutup dengan sempurna, bibir orang itu menjadi mencong ke kanan. Hingga berumur 19 tahun tidak pernah pergi ke dokter". Nah. temanku ini bertanya-tanya tentang kelainan itu, hingga sampai ku bilang klo orang itu terjadi kerusakan pada nervus 7 yaitu nervus fasialis yang berperan pada otot-otot wajah dan kelainan itu disebabkan oleh trauma maka saraf yang rusak akan sulit sembuh karena saraf mempunyai daya regenerasi yang sangat lemah.Kemudian, setalah ku jelaskan hal ini teman ku berhenti untuk bertanya.
Keesokan hariny, ketika kembali online di forumku. Ku menyadari ada yang berubah dari temanku itu. Di siggyny ada tulisan terakhirku, langsung ku PM dia untuk bertanya apakah kasus itu sebenarny adalah dia. Ternyata itu memang hal yang terjadi pada dia. Langsung ku minta maaf klo ada tulisanku yang salah.
Ketika malamny ku OL, dia curhat tentang beban hidupny akan kelainan yang terjadi pada diriny dan gimana respon orang disekitarny terhadap kelainan yang diderita dia.
Yang ku ga habis pikir, dari tulisan dia. Sepertiny orang tua dia juga ikut merendahkan dia akan kelainan yang diderita.
Menurutku kelainan yang diderita olehny, akan sulit di obati hingga sembuh. Saat ini, dia sudah berobat ke dokter ahli saraf, tapi hanya diberikan vitamin untuk saraf dan tidak dianjurkan untuk fisioterapi.
Mungkin sang dokter sudah mengira akan sulit menyembuhkan kelainan yang diderita temanku. Sehingga pengobatan yang diberikan hanya paliatif, dan terlihat hanya memelihara temanku sebagai pasien abadi.
Memang benar, kasus teman ku ini kesembuhanny bisa dibilang dibawah 10%. Karena kelainan yang disebabkan trauma itu sudah berlangsung 19 tahun tanpa penanganan medis. Padahal, orang yang terkena stroke bila telat dilakukan penanganan medis maka gejala sisa dari stroke akan terus ada.
Jadi, menurutku, temanku ini harus bisa menerima keadaan pada diriny dan tidak merasa rendah diri terutama terhadap ejekan orang lain.
Sekali lagi, hal ini akan sulit bagi temanku apalagi dia seorang wanita dan wajah merupakan sinar kecantikan wanita.
Hmmm...
Memang sulit masalah yang dihadapi oleh temanku itu. Ku sebenarny juga menyarankan untuk dia ikut melakukan fisioterapi pada wajahny disamping terus minum obat dari dokter yang mungkin usaha untuk sembuh akan memakan waktu yang sangat lama, bahkan bisa bertahun-tahun.
Gimana lagi cara agar temanku itu selalu bisa tegar dalam menjalani hidupny...
Mungkin hanya Tuhan yang tahu cara menolong dia...
Semoga Tuhan akan selalu menyayangi dia...
Keesokan hariny, ketika kembali online di forumku. Ku menyadari ada yang berubah dari temanku itu. Di siggyny ada tulisan terakhirku, langsung ku PM dia untuk bertanya apakah kasus itu sebenarny adalah dia. Ternyata itu memang hal yang terjadi pada dia. Langsung ku minta maaf klo ada tulisanku yang salah.
Ketika malamny ku OL, dia curhat tentang beban hidupny akan kelainan yang terjadi pada diriny dan gimana respon orang disekitarny terhadap kelainan yang diderita dia.
Yang ku ga habis pikir, dari tulisan dia. Sepertiny orang tua dia juga ikut merendahkan dia akan kelainan yang diderita.
Menurutku kelainan yang diderita olehny, akan sulit di obati hingga sembuh. Saat ini, dia sudah berobat ke dokter ahli saraf, tapi hanya diberikan vitamin untuk saraf dan tidak dianjurkan untuk fisioterapi.
Mungkin sang dokter sudah mengira akan sulit menyembuhkan kelainan yang diderita temanku. Sehingga pengobatan yang diberikan hanya paliatif, dan terlihat hanya memelihara temanku sebagai pasien abadi.
Memang benar, kasus teman ku ini kesembuhanny bisa dibilang dibawah 10%. Karena kelainan yang disebabkan trauma itu sudah berlangsung 19 tahun tanpa penanganan medis. Padahal, orang yang terkena stroke bila telat dilakukan penanganan medis maka gejala sisa dari stroke akan terus ada.
Jadi, menurutku, temanku ini harus bisa menerima keadaan pada diriny dan tidak merasa rendah diri terutama terhadap ejekan orang lain.
Sekali lagi, hal ini akan sulit bagi temanku apalagi dia seorang wanita dan wajah merupakan sinar kecantikan wanita.
Hmmm...
Memang sulit masalah yang dihadapi oleh temanku itu. Ku sebenarny juga menyarankan untuk dia ikut melakukan fisioterapi pada wajahny disamping terus minum obat dari dokter yang mungkin usaha untuk sembuh akan memakan waktu yang sangat lama, bahkan bisa bertahun-tahun.
Gimana lagi cara agar temanku itu selalu bisa tegar dalam menjalani hidupny...
Mungkin hanya Tuhan yang tahu cara menolong dia...
Semoga Tuhan akan selalu menyayangi dia...
Saturday, May 8, 2010
SWD: Short Wave Diathermy
merupakan suatu metode yg mmanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk menghasilkan energi panas yang akan dberikan pada jaringan tertentu
penggunaan SWD ini harus memperhatikan durasi(lama), frekuensi(sbrapa sering) dan energi yg dberikan.
biasanya dalam pengobatan waktu terefektif untuk mendapatkan hasil paling baik adalah 20-30 menit
efek terapi yang dihasilkan ada 2:
1. efek thermal (panas):
efek ini akan membuat pembuluh darah menjadi lebar, sehingga memperlancar aliran darah. efek panas yg dtimbulkan juga bisa menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan kaku pada sendi dan otot.
2. efek nonthermal:
efek ini dapat mempercepat proses pnyembuhan suatu jaringan yg terluka. selain itu dapat mengurai bengkak yg timbul dan meningkatkan proses pertumbuhan dan perbaikan saraf.
kontraindikasi dari pemakaian SWD adalah:
- orang yg menggunakan pacemaker (alat pacu jantung)
- pengguna alat bantu dengar
- orang yg terdapat unsur metal dalam tubuhny, sperti pen pada orang yg pernah operasi patah tulang dan tentuny wolverine (krn puny kuku adamantium) *plak*
- orang yg sensitif kulitny
- sedang demam
- wanita hamil
- penderita kanker
- TB tulang
komplikasi yg mungkin terjadi:
- kulit terbakar
- luka terkena listrik
- melepuh
- syok
berdasarkan penelitian SWD telah terbukti sangat bermanfaat untuk:
- penyembuhan luka
- penghilang rasa nyeri
- regenerasi saraf
- osteoarthritis
- menghilangkan hematom
penggunaan SWD ini harus memperhatikan durasi(lama), frekuensi(sbrapa sering) dan energi yg dberikan.
biasanya dalam pengobatan waktu terefektif untuk mendapatkan hasil paling baik adalah 20-30 menit
efek terapi yang dihasilkan ada 2:
1. efek thermal (panas):
efek ini akan membuat pembuluh darah menjadi lebar, sehingga memperlancar aliran darah. efek panas yg dtimbulkan juga bisa menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan kaku pada sendi dan otot.
2. efek nonthermal:
efek ini dapat mempercepat proses pnyembuhan suatu jaringan yg terluka. selain itu dapat mengurai bengkak yg timbul dan meningkatkan proses pertumbuhan dan perbaikan saraf.
kontraindikasi dari pemakaian SWD adalah:
- orang yg menggunakan pacemaker (alat pacu jantung)
- pengguna alat bantu dengar
- orang yg terdapat unsur metal dalam tubuhny, sperti pen pada orang yg pernah operasi patah tulang dan tentuny wolverine (krn puny kuku adamantium) *plak*
- orang yg sensitif kulitny
- sedang demam
- wanita hamil
- penderita kanker
- TB tulang
komplikasi yg mungkin terjadi:
- kulit terbakar
- luka terkena listrik
- melepuh
- syok
berdasarkan penelitian SWD telah terbukti sangat bermanfaat untuk:
- penyembuhan luka
- penghilang rasa nyeri
- regenerasi saraf
- osteoarthritis
- menghilangkan hematom
Friday, May 7, 2010
Proses Mengingat
sbenarnya 1 sel otak tidak mmpunyai fungsi untuk menyimpan 1 memori/informasi.
sbenernya otak dibagai bberapa area yg mmpunyai fungsiny masing2, seperti area temporal untuk mendengar, area ocipitalis untuk melihat, area frontalis untuk bicara dan area untuk mnyimpan informasi dinamakan sistem limbik.
sistem limbik bekerja untuk mnyimpan memori dlm 2 cara: short term memory dan long term memory
biasanya informasi baru yg qt trima oleh sistem limbik akan dsimpan sebagai short term memory. informasi yang dsimpan sbagai short term memory akan hilang dgn sndiriny dlm wkt 1-2 detik hingga beberapa jam.
agar informasi baru itu dpt dsimpan lama, maka short term memory harus dirubah menjadi long term memory. dgn cara terus blatih atau terus mengulang informasi yg didpt.
nah prubahan anatomi di otak, bila informasi itu dsimpan sbg long term memory adalah btambahny sinaps diotak. bukan brtambahny sel otak.
klo informasi itu dah dsimpan sbg long term memory, maka informasi itu tidak akan hilang. bila qt dah lama ga memakai informasi tsebut dan tiba2 butuh informasi itu, qt hanya akan mengalami kesulitan dan butuh waktu dalam me-recall informasi itu.
sbenernya otak dibagai bberapa area yg mmpunyai fungsiny masing2, seperti area temporal untuk mendengar, area ocipitalis untuk melihat, area frontalis untuk bicara dan area untuk mnyimpan informasi dinamakan sistem limbik.
sistem limbik bekerja untuk mnyimpan memori dlm 2 cara: short term memory dan long term memory
biasanya informasi baru yg qt trima oleh sistem limbik akan dsimpan sebagai short term memory. informasi yang dsimpan sbagai short term memory akan hilang dgn sndiriny dlm wkt 1-2 detik hingga beberapa jam.
agar informasi baru itu dpt dsimpan lama, maka short term memory harus dirubah menjadi long term memory. dgn cara terus blatih atau terus mengulang informasi yg didpt.
nah prubahan anatomi di otak, bila informasi itu dsimpan sbg long term memory adalah btambahny sinaps diotak. bukan brtambahny sel otak.
klo informasi itu dah dsimpan sbg long term memory, maka informasi itu tidak akan hilang. bila qt dah lama ga memakai informasi tsebut dan tiba2 butuh informasi itu, qt hanya akan mengalami kesulitan dan butuh waktu dalam me-recall informasi itu.
Tuesday, May 4, 2010
New Siggy
Hari minggu kemarin, tepatny tanggal 2 Mei 2010, dalam kesibukan ku menyelesaikan menulis stukas. Ku berhasil membuat satu siggy baru untuk forum YUI-Indo ku. Gambar diatas merupakan siggy terbaru ku hasil iseng-iseng sendiri. Sebenarny pada hari minggu lalu ku ga ada niat untuk membuat siggy, karena ku benar-benar sibuk membuat stukas yang harus ku selesaikan hari itu agar bisa mendapat tanda tangan dari dokter pembimbingku pada hari senin. Tapi entah dapat inspirasi dari mana, tiba-tiba ditengah membuat stukas ada rasa keinginan untuk membuat siggy timbul. Setelah berulang-ulang melihat PV YUI yang to Mother untuk refreshing dan mengistirahatkan tangan dari paksaan untuk menulis stukas.
Ku langsung meng-capture setiap adegan terbaik di PV to Mother, untuk dijadikan gambar siggy. Setelah mendapat gambar yang terbaik, ku kemudian mengeditny dengan menggunakan photoscape. Untuk perlu diketahui ku mulai membuka program itu jam 1 siang.
Setelah program itu terbuka, mulailah mengedit gambar-gambar tersebut. Selesai mengedit, mulai masalah muncul. Ku benar-benar lupa bagaimana menyusun gambar itu agar terlihat menarik. Mulailah ku coba-coba semua fitur yang ada, tapi tetap gagal.
Karena kesal lupa gimana cara menyusunny, ku berhenti dan mulai mengerjakan tugas stukasku. skip..skip..
Setelah beberapa jam menulis stukas dan tangan ku mulai nyeri akibat terlalu ku forsir menulis. Akhirny ku coba lagi menyusun gambar hasil capture ku. Hampir setengah jam, ku terus gagal. Rasa bosan dan kesal kembali mendera, akhirny ku putuskan kembali menyelesaikan stukasku.
Nah sekitar jam 8 malam, ku kembali mencoba ketiga kaliny untuk menyusun gambar tersebut agar terlihat keren. Tiba-tiba wangsit turun, sehingga ku tahu bagaimana menyusun gambar yang telah ku edit tadi siang..
Haah... lega siggy ku akhirny selesai. Langsung ku buka web photobucket untuk menyimpan hasil siggy buatan ku, kemudian membuka forum YUI-Indo.com dan langsung mengganti siggy yang lama ku dengan yang baru..
Puaaaas banget rasany berhasil membuat siggy baru, apalagi ditengah kesibukan ku menulis stukas agar cepat selesai.
Namun kenyataanny, stukasku gagal terselesaikan seperti yang ku harapkan. Tapi untungny pas hari senin dokter pembimbingku mau untuk menandatangani stukasku. Haah.. senang banget..
Pokokny, seneng banget hari senin itu. Stukas ditanda tangani, siggy pun jadi... hehehehe... senang...senang...senang (upin-ipin mode:on)
Monday, April 26, 2010
Salah Tetes!!!
Sebenarny ku mau menulis masalah ini hari jumat lalu, tapi lupa hingga hari ini.
Cerita berawal di hari jumat tanggal 23/4/2010. Ketika ku sedang kuliah di IKK, seorang teman mengganggu ku dengan terus menelpon Hpku. Tapi karena pada waktu itu sedang kuliah Prof.Firman maka terpaksa tidak ku angkat. Sempat sms ke teman itu yang untuk sms ku aja klo emang mo ngomong. Tapi dia menolak, dan berniat menunggu hingga selesai kuliah. skip...skip...
Kuliah pun selesai, dan ku temui dia diluar kelas. Sebagai informasi, teman ku ini sebenarny tidak masuk kuliah. Lalu, ketika bertemu dia ngomong klo tadi pagi diteleponn oleh bu Kus -perawat di puskesmas pisangan timur- klo ada masalah di puskemas pagi ini. Selidik punya selidik, ternyata temanku itu ketika hari rabu lalu salah kasih obat ke pasien. Pasien sebenarnya datang ke puskesmas karena sakit mata, lalu setelah diberi resep pasien mengambil obat di apotik. Nah, pada hari rabu itu teman ku salah kasih obat tetes mata, dia kasih obat tetes telinga ke pasien tersebut. Akibatnya, pasien hari jumat datang lagi mata yang merah berair dan bengkak bersama suaminy. ketika, itu suaminy ribut meminta pertanggung jawaban dari temanku dan sempat ngomong ingin menuntut. Untuk informasi, suaminy adalah seorang provost. Pusing donk pastiny, nah kemudian kepala puskesmas, dr. Tati, melalui bu Kus menyuruh saya dan teman ku untuk datang ke puskesmas jam setangah 2. Tapi karena ada kuliah yang tidak bisa ditinggal, kami baru bisa ke puskesmas jam 3. Sampai sana, hanya dr.Tati sudah menungggu dan beberapa karyawan. Langsung kami diceramahi dan diberi tahu duduk permasalahanny, serta mau langsung menyelesaikan masalah dengan suami pasien. Tapi karena suami pasien ada panggilan tugas, maka ku tidak ketemu. skip... skip..
Rencanany, akan diadakan pertemuan lagi hari senin dengan suami pasien.
Selama 2 hari, perasaan ku sejujurny biasa aja. Tapi sepertiny temanku itu depresi banget, dia takut baget klo sampai benar2 dituntut.
Senin pun tiba, ku rencanakan untuk datang jam 7 pagi, dengan maksud mungkin bisa menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah itu. Tapiiii, ternyata tidak ada yang datang jam 7, temanku malah datang jam setengah 9. waduh..waduh..
Pagi hari, aktivitas seperti biasa, ku dapat jatah stase di balai ppengobatan..
Ketika jam 11, kepala puskesmas mengumpulkan kami semua. lalu mulai ceramah lagi. skip.. skip..
Intinya, tenyata hari sabtu dan minggu, dr.Tati dan bu Kus mendatangi rumah pasien itu. Lobi dan lobi, akhirny pasien dan suami pasien hanya meminta surat persetujuan bermaterai yang isiny bila ada efek samping yang berat pada mata pasien kami mau bertanggung jawab. Akhirny, kami hanya bikin satu lembar surat persetujuan dan menyerahkan ke pihak puskesmas.
Haaahh... untungny masalah itu tidak berkembang sampai tuntun menuntut.
Kejadian ini akan menjadi pelajaran ku yang sangat berharga..
Beruntung kami saat ini masih dalam proses pengajaran, gimana klo dah jadi dokter betulan dan terlibat ke dalam kasus seperti itu..
Maka, ku hanya seorang diri yang akan menghadapi masalah itu tanpa bantuan siapa pun..
Semoga kasus ini, menjadi kasus pertama dan terakhir dalam kehidupan dokter ku...
Amiiinnn....
Cerita berawal di hari jumat tanggal 23/4/2010. Ketika ku sedang kuliah di IKK, seorang teman mengganggu ku dengan terus menelpon Hpku. Tapi karena pada waktu itu sedang kuliah Prof.Firman maka terpaksa tidak ku angkat. Sempat sms ke teman itu yang untuk sms ku aja klo emang mo ngomong. Tapi dia menolak, dan berniat menunggu hingga selesai kuliah. skip...skip...
Kuliah pun selesai, dan ku temui dia diluar kelas. Sebagai informasi, teman ku ini sebenarny tidak masuk kuliah. Lalu, ketika bertemu dia ngomong klo tadi pagi diteleponn oleh bu Kus -perawat di puskesmas pisangan timur- klo ada masalah di puskemas pagi ini. Selidik punya selidik, ternyata temanku itu ketika hari rabu lalu salah kasih obat ke pasien. Pasien sebenarnya datang ke puskesmas karena sakit mata, lalu setelah diberi resep pasien mengambil obat di apotik. Nah, pada hari rabu itu teman ku salah kasih obat tetes mata, dia kasih obat tetes telinga ke pasien tersebut. Akibatnya, pasien hari jumat datang lagi mata yang merah berair dan bengkak bersama suaminy. ketika, itu suaminy ribut meminta pertanggung jawaban dari temanku dan sempat ngomong ingin menuntut. Untuk informasi, suaminy adalah seorang provost. Pusing donk pastiny, nah kemudian kepala puskesmas, dr. Tati, melalui bu Kus menyuruh saya dan teman ku untuk datang ke puskesmas jam setangah 2. Tapi karena ada kuliah yang tidak bisa ditinggal, kami baru bisa ke puskesmas jam 3. Sampai sana, hanya dr.Tati sudah menungggu dan beberapa karyawan. Langsung kami diceramahi dan diberi tahu duduk permasalahanny, serta mau langsung menyelesaikan masalah dengan suami pasien. Tapi karena suami pasien ada panggilan tugas, maka ku tidak ketemu. skip... skip..
Rencanany, akan diadakan pertemuan lagi hari senin dengan suami pasien.
Selama 2 hari, perasaan ku sejujurny biasa aja. Tapi sepertiny temanku itu depresi banget, dia takut baget klo sampai benar2 dituntut.
Senin pun tiba, ku rencanakan untuk datang jam 7 pagi, dengan maksud mungkin bisa menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah itu. Tapiiii, ternyata tidak ada yang datang jam 7, temanku malah datang jam setengah 9. waduh..waduh..
Pagi hari, aktivitas seperti biasa, ku dapat jatah stase di balai ppengobatan..
Ketika jam 11, kepala puskesmas mengumpulkan kami semua. lalu mulai ceramah lagi. skip.. skip..
Intinya, tenyata hari sabtu dan minggu, dr.Tati dan bu Kus mendatangi rumah pasien itu. Lobi dan lobi, akhirny pasien dan suami pasien hanya meminta surat persetujuan bermaterai yang isiny bila ada efek samping yang berat pada mata pasien kami mau bertanggung jawab. Akhirny, kami hanya bikin satu lembar surat persetujuan dan menyerahkan ke pihak puskesmas.
Haaahh... untungny masalah itu tidak berkembang sampai tuntun menuntut.
Kejadian ini akan menjadi pelajaran ku yang sangat berharga..
Beruntung kami saat ini masih dalam proses pengajaran, gimana klo dah jadi dokter betulan dan terlibat ke dalam kasus seperti itu..
Maka, ku hanya seorang diri yang akan menghadapi masalah itu tanpa bantuan siapa pun..
Semoga kasus ini, menjadi kasus pertama dan terakhir dalam kehidupan dokter ku...
Amiiinnn....
Friday, April 23, 2010
Dokter adalah…
Dokter adalah profesi yang banyak berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia. Baik terhadap pasiennya, sesama profesinya, maupun dengan orang-orang non profesinya. Oleh karena itu, selain perlu memiliki bekal ilmu tentang kedokteran yang memadai. Seorang dokter juga harus menguasai cara berkomunikasi yang baik dan efektif terutama kepada pasien. Karena dengan komunikasi yang baik maka hubungan antara dokter dan pasien akan terjalin dengan erat. Sehingga penyampaian mengenai penyakit, tata laksana, dan prognosis pasien dapat diterima dengan baik oleh pasien. Karena cara dokter berkomunikasi akan selalu berbeda antar tiap individu pasien. Hal ini bergantung pada tingkat pendidikan, budaya, dan kondisi pasien saat bertemu dokter. Dengan adanya komunikasi yang baik antara dokter-pasien, maka tidak ada lagi pasien yang menuntut dokternya.
Selain sebagai care provider, dokter juga adalah seorang community leader. Karena dokter juga bagian dari masyarakat, maka dokter perlu berperan serta aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Seperti kata”dokter” yang berasal dari bahasa latin yang berarti guru. Dokter harus menjadi seorang agent of change, untuk mengajarkan warga di lingkungan tempat tinggalnya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pola hidup yang sehat, dan upaya diri untuk mencegah terkenanya suatu penyakit, seperti dengan imunisasi. Sehingga dokter bisa membuat warga di lingkungan tempat tinggalnya termotivasi untuk melakukan upaya pola hidup bersih dan sehat, serta menyadarkan warga di tempat tinggalnya, bahwa melakukan tindakan preventif jauh lebih baik dibanding kuratif.
Jadi sejatinya, seorang dokter tidak hanya bertanggung jawab akan kesehatan seorang pasien, tapi harus pula bertanggung jawab akan kesehatan seluruh warga yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Tanggung jawab yang berat ini dipikul oleh seorang dokter yang juga seorang manusia biasa yang punya keterbatasan. Namun dimata masyarakat, dokter itu harus sempurna bahkan dianggap manusia setengah dewa. Untuk mencapai kesempurnaan itu, maka digaungkan “seven stars doctor” yang tidak mudah untuk dicapai. Tapi ingat, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin untuk menjadi “seven stars doctor”.
Selain sebagai care provider, dokter juga adalah seorang community leader. Karena dokter juga bagian dari masyarakat, maka dokter perlu berperan serta aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Seperti kata”dokter” yang berasal dari bahasa latin yang berarti guru. Dokter harus menjadi seorang agent of change, untuk mengajarkan warga di lingkungan tempat tinggalnya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pola hidup yang sehat, dan upaya diri untuk mencegah terkenanya suatu penyakit, seperti dengan imunisasi. Sehingga dokter bisa membuat warga di lingkungan tempat tinggalnya termotivasi untuk melakukan upaya pola hidup bersih dan sehat, serta menyadarkan warga di tempat tinggalnya, bahwa melakukan tindakan preventif jauh lebih baik dibanding kuratif.
Jadi sejatinya, seorang dokter tidak hanya bertanggung jawab akan kesehatan seorang pasien, tapi harus pula bertanggung jawab akan kesehatan seluruh warga yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Tanggung jawab yang berat ini dipikul oleh seorang dokter yang juga seorang manusia biasa yang punya keterbatasan. Namun dimata masyarakat, dokter itu harus sempurna bahkan dianggap manusia setengah dewa. Untuk mencapai kesempurnaan itu, maka digaungkan “seven stars doctor” yang tidak mudah untuk dicapai. Tapi ingat, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin untuk menjadi “seven stars doctor”.
Subscribe to:
Posts (Atom)
