Tuesday, July 13, 2010

Holidays In The Sun


Akhirny YUI akan mengeluarkan album yang keempatny. Judul album terbaruny diberi nama "Holidays In The Sun". Menurutkku, YUI menamakan seperti itu agar para YUI-lovers diseluruh bumi ini ikut merasakan musim panas yang sedang YUI rasakan di Jepang.
Seperti yang telah diketahui, musim panas sangat ditunggu karena menandakan liburan telah tiba...
Dalam album ini terdapat delapan lagu baru dan sisany diambil dari single-single YUI sebelumny. Tentuny lagu yang dipilih oleh YUI untuk masuk dalam album HITS yang membawa semangat musim panas... gerah... wakakaka...
Album ini akan rilis di Jepang besok rabu, tanggal 14 Juli 2010..
Haaaaahhh...
Lagi-lagi ku ga bisa beli album asliny.. gomen YUI..T_T
Sebenarny, selain hargany tidak sesuai dengan kantongku. Ku juga ga tahu cara membeli albumny secara online.. dasar gaptek..*plak*
Lagu yang digunakan sebagai promosi album HITS adalah Please Stay With Me, lagu kedelapan dari album itu..
Please Stay With Me, juga mempunyai banyak makna..
ada yang bilang bahwa YUI menciptakan lagu ini karena dia telah mempunyai seorang pacar. Tapi rumor yang paling santer adalah bahwa lagu ini didedikasikan untuk ayahny yang tidak pernah dia temui sejak kecil. Bahkan, YUI sendiri tidak tahu bagaimana rupa ayahny...
Rumor tentang lagu ini adalah untuk ayahny diperkuat dengan PVny yang secara tersirat memperlihatkan YUI memang sedang menanti kehadiran ayahny yang tidak pernah dia temuiny...
Yaaaahh... bagaimana pun makna dibalik lagu Please Stay with Me, ku kan selalu mendukung mu YUI-chan..hihihihi...
Selain CD, dikeluarkan juga DVD yang memuat PV-PV single sebelumny. Menurutku yang paling keren aalah PV to Mother yang multi angle... jadi kita bisa melihat wajah YUI dari sudut sesuka kita.. sugoi~
Semoga, album terbaru YUI akan terjual laku keras dan memecahkan rekor penjualan album YUI sebelumnny.. YUI ganbatte...
Oia, ini daftar lagu-lagu yang terdapat di album "Holidays In The Sun"

『HOLIDAYS IN THE SUN』 CD


M-01. to Mother

M-02. again

M-03. Parade

M-04. es.car

M-05. Shake My Heart

M-06. GLORIA

M-07. I do it

M-08. Please Stay With Me

M-09. Summer Song

M-10. Cinnamon

M-11. Driving Happy Life

M-12. It’s all too much

M-13. Kiss me


『HOLIDAYS IN THE SUN』 DVD


1. It’s happy line MV

2. My Generation Mv

3. LOVE & TRUTH MV

4. Namidairo MV

5. Laugh away MV

6. to Mother MV

7. to Mother Multi-angle Clip

Ayo.. YUI Lovers dukung terus YUI-chan...
   

T S

Trima kasih tlah mau mengenalku...
Trima kasih tlah mau bteman denganku...
Trima kasih tlah mau dekat denganku...
Trima kasih tlah mau menempatkan diriku dihatimu, meski sedikit...
Trima kasih tlah memberikan kenangan yg indah untukku...
Trima kasih tlah memberikan pelajaran yg berharga untukku...

Tuhan trima kasih, Engkau tlah ciptakan makhluk berhati indah yg tulus mau mengenalku...
Tuhan trima kasih, Engkau tlah memberi jalan untukku mengenal dia...

Meski kini terpisah...
Sinar lembutmu kan slalu menerangi relung hatiku...



Farewell~

Thursday, July 8, 2010

Akhirny Berakhir

haaaaaa.....
Masak bulan Juni cuma bisa bikin post satu doank...
Emang lagi ga ada ide buat nulis. Tapi sebenerny, utang ku buat bikin laporan liburan ku di Pulau Tidung juga ga kelar-kelar...hiks..hiks.. Ntar ya laporanny menyusul, lagi males buat grab foto-foto di FB temen.

Akhirny, perjuanganku selama 6 tahun berakhir pada hari Selasa, tanggal 6 Juli 2010. Meski ujianku di THT kurang memuaskan, terutama ujian pasien. Untung dokterny baik...hoki...hoki...hoki
Meski kuliah ku di FKUI telah selesai, tapi ku masih harus menghadapi ujian kompetensi dokter Indonesia (UKDI). Ujian ini akan berlangsung tanggal 14 Agustus 2010. Hmmmm... persiapan ku untuk ujian ini masih nol besar..hehehe...
Rencanany satu bulan ini mau ku geber untuk belajar buat UKDI. Tapi seminggu ini ku masih harus dihadapkan melengkapi berkas-berkas untuk bisa ikut ujian UKDI.
Setelah melewati UKDi dan mudah-mudahan lulus UKDI, serta mendapat SIP... amiiin... Ku masih bingung mau ngapain. Ku sudah minta tolong temen agar bisa PTT di Maluku tapi belum tahu, akan pergi kapan...
Sambil, menunggu PTT enakny ngapain ya...
Temen-temenku pada magang di depatemen RSCM, haaah... ku paling ga bisa kerja berbau administrasi... maleeeesss...
Kayakny bakal jaga klinik aja deh yang gajiny lebih kecil dari tukang becak...hiks...hiks...hiks...
Rencana ke depanku, setelah PTT ku mau mengambil spesialis anestesi...yaaahhh...mudah-mudahan tercapai... Klo ga dapet, mentok-mentok masuk fotensik aja ah... Biar bisa gantiin dr. Mun'in Idris..hohohoho...

yaahhh... pokony doakan ya semua rencana ku akan berjalan sesuai harapan dan cita-citaku...Amiiin...

Saturday, June 5, 2010

Selesai Forensik. Ganbatte!!! 1 bulan lagi

Akhirny berlalu juga bagian forensik.Seminggu kemarin adalah minggu ujianny. Sebenarny, ujian ku dah dmulai sejak hari sabtu pagi minggu lalu saat ku dapat giliran jaga. Ku ujian dengan Prof. Agus Purwadianto (dia kakakny Sri Mulyani lho..) yang terkenal dengan kepintaranny dan pertanyaan yang aneh-aneh. Pada hari itu ada 5 orang yang harus ujian. Teman yang absenny paling awal dklompok ku, orang pertama yang ujian. Sebenerny ujian bisa praktek bisa satu orang, bisa 3 orang bahkan bisa satu kelompok. Tapi biasanya klo pemeriksaan luar hanya satu orang dan klo pemeriksaan dalam (otopsi) bisa 3 orang, namun itu semua tergantung pada dokter konsulenny. Awal jaga sebenarny ada mayat yang dilakukan pemeriksaan luar, tapi karena tidak ada luka-lukany ga boleh dipake ujian oleh dokter PPDSny. Akhirny ada juga yang ujian,teman ku itu mendapat korban yang mati karena gantung diri. Setelah menulis semua luka-lukany. Kemudian diskusi sama dokter konsulen. Sesuai dugaan pertanyaanny aneh-aneh, bahkan temanku disuruh menelpon polisi penyidik untuk mendapat keterangan lebih lanjut. Selain 2 mayat, ada 2 forensik klinik, pertama sekitar jam 11 siang dan satu lagi jam 6 sore. Kasus yang siang adalah KDRT dan yang sore penganiayaan. Ketika sedang memeriksa pasien forklin yang sore tiba-tiba si Prof memanggil semua yang jaga tapi blum ujian. Akhirny semua boleh ujian dengan kasus yang ada pada hari itu. Mulai dari kasus mayat yang di PL pertama sama 2 kasus forklin. Padahal kasus forklin sebenarny ga boleh dibuat ujian. Tapi karena Profny bisa dirayu akhirny mau..hihihihi.... Tapi karena hampir jam 7 maka kami langsung diskusi tentang kasus. Nah ku dapet kasus forklin yang sore, padahal waktu ke IGD ku ga tw kasusny gimana karena asyik ngobrol ma temenku yang lagi jaga di bagian THT. Untungny ku ujian ga sendirian ada temenku yang dapat kasus sama kayak ku. Dan untungny lagi dia yang disuruh menceritakan bagaimana kasusny... Selamat...selamat... Akhirny ujian selesai sekitar jam stengah 8. Kemudian kami disuruh membuat statusny dan dikmpulin besok pagi. Tapi karena malas untuk datang lagi besok pagi, maka ku putuskan ngerjain saat itu juga dan setelah selesai kasih ke dokter PPDSny. Haaahhh... satu ujian telah selesai....
Hari rabu ku ujian kasus, sebelumny ku harus membuat 2 makalah, satu tentang forensik klinik dan satu tentang pemeriksaan dalam. Kasus yang ku dapat adalah penganiyaan dana korban mati akibat kekerasan tajam. Ku ujian dengan dokter Swasti. Info dari rombongan sebelumny, beliau klo nanya sangat detail. Namun ketika ku mulai ujian, beliau nanyany ga terlalu parah, bahkan seperti diajarin lagi.. ujian kedua selesai...
Selanjutny ujian lisan 1 dan 2, pada hari jumat. Hal ini terjadi karena dokter pengujiny suka mengundur-ngundur.
Namun sebelum ujian lisan, ku harus ujian tulis dulu. Sebenerny ujian tulisny ngulang, tapi karena ku ga baca soalny lagi maka banyak jawaban yang ku lupa.
Akhirny ujian lisan ku mulai setelah sholat jumat, itu juga masih menunggu dulu setelah menguji kelompok sebelum ku. Oia, ku lupa kasih tw. Ku ujian lisan 2 dulu dengan Prof. Herkutanto. Ujianny bersifat diskusi, namun diskusiny berjalan dengan santai. Ku ujian sekitar setangah jam. Dan ternyata Profny ngasih nilai juga tinggi-tinggi diatas 85, ku sendiri dapet 86. Lumayan... Ujian lisan 2 selesai..
Nah, tinggal ujian lisan 1 dengan dokter Djaja. Ada 2 kelompok yang ujian ma beliau. Kami harus menunggu hingga jam setengah lima sore untuk ujian. Ternyata ujian dengan dengan dokter Djaja seperti ga ujian, beliau lebih suka cerita tentang kisah suksesny...akhirny sekitar jam 7 malam ujian lisan 1 selesai dan berakhir pula minggu ujian forensik...
Sebagai tambahan, malam itu juga ku jaga menggantikan teman ku dengan dibayar 100rb. Ku bukany jaga malah nonton di 21XXi gading dengan teman jaga ku. Setelah selesai nonton malah langsung tidur hingga pagi... hahahaha...
Akhir forensik yang menyenangkan...
Mulai senin besok, ku libur satu minggu sebelum masuk ke bagian terakhir yaitu THT selama 1 bulan. Selama liburan itu ku ma teman-temanku ada rencana ke Pulau Tidung yng merupakan salah satu pulau dari gugusan pulau seribu...
Ditunggu ya cerita mengenai liburan ku.....

Wednesday, May 26, 2010

Phenylketonuria

Phenylketonuria (PKU) adalah salah satu kelainan pada metabolisme (inborn error metabolism) karena gangguan genetik autosomal resesif yang dikenali dengan kurang atau tidak adanya enzim phenylalanine hidroksilase (PAH).

Istilah inborn error metabolism sendiri pertama kali dicetuskan oleh Sir Archibald Garrod pada tahun 1908 di hadapan Royal College of Physicians of London, untuk mengelompokkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh adanya mutasi atau defek genetik pada metabolismenya. Penyakit kelainan metabolik yang ia temukan antara lain alkaptonuria, benign pentosuria, albinism, cystinuria. Kemudian ia memformulasikan hipotesis “one gene, one enzyme” dan menggambarkan proses alamiah kelainan bawaan resesif pada sebagian besar kelainan enzim. Ia mencatat bahwa kelompok penyakit yang ditemukannya tersebut bersifat seumur hidup, sedikit sekali dupengaruhi oleh terapi, diturunkan secara genetik yang sesuai dengan hukum mendel, dan relatif tidak berbahaya.

Kelainan PKU pertama kali dikemukakan oleh Asbjorn Folling pada tahun 1934. PKU juga merupakan kelainan pada metabolisme dimana adanya kegagalan dalam konversi dari fenilalanin menjadi tirosin di dalam hati dikarenakan defisiensi enzim phenylalanine hidroksilase (PAH). PKU ini berbeda dengan konsep penyakit ini yang tidak berbahaya seperti yang dikemukakan oleh Garrod, melainkan PKU dapat menyebabkan terjadinya retardasi mental.

Penemuan ini berawal dari datangnya seorang ibu yang mempunyai 2 orang anak dengan retardasi mental dimana anak yang pertama seorang gadis berusia 7 tahun hanya dapat berbicara beberapa patah kata, spastic gait, dan retardasi mental, sedang adiknya anak laki-laki usia 4 tahun yang tidak dapat berbicara dan berjalan makan ataupun minum, dan mempunyai kebiasaan BAB dan BAK layaknya seorang bayi. Kemudian dari hasil pemeriksaan urin tidak didapatkan adanya protein ataupun urin, kemudian dia menambahkan feriklorida ke dalam urinnya, feriklorida berfungsi untuk mendeteksi adanya keton dalam urin penderita diabetes. Setelah ditambahkan feriklorida warna urin berubah menjadi hijau tua. Pada orang dengan ketonuria akan didapatkan warna ungu atau burgundi. Setelah diobservasi dengan beberapa pemeriksaan didapatkan bahwa substrat yang membuat warna menjadi hijau adalah asam penilpiruvat. Kemudian penyakit ini dinamakan Imbecilitas phenylpiruvuca.

Pada tahun 1935 Imbecilitas phenylpiruvuca diubah namanya oleh Lionel Sharples Penrose menjadi PKU. Kemudian pada tahun 1937, George Jervis menemukan penyebab PKU yaitu akibat adanya defek atau tiadanya enzim phenylalanine hidroksilase (PAH) yang dikode oleh kromosom nomor 12. Tahun 1957, dr willard Centerwall mengembangkan suatu tes yang merupakan langkah awal untuk dapat melakukan skrining massal pada pasien PKU yang dinamakan ”wet diaper test”. Kemudian Robert Guthrie pada tahun 1961 mengembangkan test sederhana dan tidak mahal menggunakan kertas filter yang memungkinkan dilakukannya deteksi dini dari PKU. Test ini kemudian disebut "The Guthrie Test". Tes inilah yang sekarang banyak digunakan dalam skrining PKU. Deteksi dini dalam PKU penting untuk terapi karena semakin dini kita dapat menemukan PKU semakin pula prognosisnya karena kita dapat mencegah terjadinya retardasi mental dengan terapi diet.

Kelainan PKU ini sangat berbahaya, karena jika tubuh kekurangan PAH, phenylalanine akan terkumpul dan berubah menjadi phenylketones, yang bisa dideteksi dari urin. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan masalah dalam perkembangan otak, menyebabkan fungsi mental menurun drastis dan dapat terjadi kejang. Meski demikian, PKU merupakan salah satu dari sedikit penyakit genetis yang bisa dikendalikan melalui diet. Pasien yang melakukan diet rendah phenylalanine dan tinggi tirosin hampir dapat sembuh total.

Sunday, May 23, 2010

HEPATOTOKSISITAS IMBAS OBAT

Hepatotoksisitas imbas obat merupakan komplikasi potensial yang selalu ada pada setiap obat yang diberikan, karena hati merupakan pusat disposisi metabolic dari semua obat dan bahan asing yang masuk ke dalam tubuh. Kejadian jejas hati karena obat mungkin jarang terjadi, namun akibat yang ditimbulkan bisa fatal. Reaksi tersebut sebagian besar idiosinkratik pada dosis terapeutik yang dianjurkan.sebagian lagi tergantung dosis obat. Sebagian besar obat bersifat lipofilik sehingga mudah menembus membran sel intestinal. Obat kemudian diubah lebih hidrofilik melalui proses biokimiawi di dalam hepatosit, menghasilkan produk larut air yang diekskresikan ke dalam urin atau empedu. Biotransformasi hepatik ini melibatkan jalur oksidatif utamanya melalui system enzim sitokrom P-450.
Mekanisme terjadinya jejas hati imbas obat yang mempengaruhi protein-protein transpor pada membran kanalikuli dapat terjadi melalui mekanisme apoptosis hepatosit imbas asam empedu. Terjadi penumpukan asam empedu di dalam hati karena gangguan transpor pada kanalikuli yang menghasilkan translokasi fassitoplasmik ke membrane plasma, dimana reseptor-reseptor ini mengalami pengelompokan sendiri dan memicu kematian sel melalui apoptosis. Di samping itu, banyak reaksi hepatoseluler melibatkan system sitokrom P-450 yang mengandung heme dan menghasilkan reaksi-reaksi energi tinggi yang dapat membuat ikatan kovalen obat dengan enzim. Kompleks enzim-obat ini migrasi ke permukaan sel di dalam vesikel untuk berperan sebagai imunogen bagi sel T sitotoksik dan berbagai sitokin.
Gambaran klinis hepatotoksisitas imbas obat sulit dibedakan secara klinis dengan penyakit hepatitis atau kolestasis dengan etiologi lain. Oleh karena itu riwayat pemakaian obat atau substansi hepatotoksik lain harus diungkap. Onset umumnya cepat, gejala berupa malaise dan ikterus, serta dapat terjadi gagal hati akut yang berat terutama bila pasien masih minum obat itu setelah terjadi onset. Bila jejas hepatosit lebih dominan maka konsentrasi aminotransferase akan meningkat paling tidak lima kali batas atas normal, sedangkan kenaikan akalifosfatase dan billirubin menonjol pada kolestasis. Mayoritas reaksi obat idiosinkratik melibatkan kerusakan hepatosit seluruh lobul hepatic dengan derajat nekrosis dan apoptosis bervariasi. Pada kasus gejala hepatitis biasanya muncul dalam beberapa hari atau minggu sejak minum obat bahkan sesudah obat penyebab dihentikan. Berdasarkan Internatonal Concensus Criteria, maka diagnosis hepatotoksisitas imbas obat berdasarkan:

1. waktu dari mulai minum obat dan penghentian obat sampai onset reaksi nyata adalah sugestif (5-90hari dari awal minum obat) atau kompatibel (<5 hari atau >90 hari Sejak mulai minum obat dan tidak lebih dari 15 hari dari penghentian obat untuk reaksi hepatoseluler dan tidak lebih dari 30 hari dari penghentian obat untuk reaksi kolestatik) dengan hepatotoksisitas obat.

2. perjalanan reaksi sesudah penghentian obat adalah sangat sugestif (penurunan enzim hati paling tidak 50% dari konsentrasi di atas batas atas normal dalam 8 hari) atau sugestif (penurunan konsentrasi enzim hati paling tidak 50% dalam 30 hari untuk reaksi hepatoseluler dan 180 hari untuk reaksi kolestatik) dari reaksi obat.

3. alternatif sebab lain dari reaksi telah dieksklusi dengan pemeriksaan telita, termasuk biopsi hati pada setiap kasus

4. dijumpai respon positif pada pemaparan ulang dengan obat yang sama paling tidak kenaikan 2 kali lipat enzim hati

Dikatakan reaksi drug related jika semua tiga kriteria pertama terpenuhi atau jika dua dari tiga kriteria pertama terpenuhi dengan responpositif pada pemaparan ulang obat.

Mengidentifikasi reaksi obat dengan pasti adalah hal yang sulit, tapi kemungkinan sekecil apapun adanya reaksi terhadap obat harus dipertimbangkan pada pasien dengan disfungsi hati. Riwayat pemakaian obat harus diungkap dengan seksama termasuk di dalamnya obat herbal atau obat alternatif. Obat harus menjadi diagnosis Bandung pada setiap abnormalitas tes fungís hati atau histologi. Keterlambatan penghentian obat yanng menjadi penyebab berhubungan dengan resiko tinggi kerusakan hati persisten. Bukti bahwa pasien tidak sakit sebelum minum obat dan membaik secara nyata setelah obat tersebut dihentikan merupakan hal esencial dalam diagnosis hepatotoksisitas imbas obat.

Terapi untuk mengatasi hepatotoksisitas imbas obat belum ada antidotum yang spesifik untuk setiap obat, kecuali kelainan yanng disebabkan oleh asetaminofen dapat diberikan N-asetilsistein. Oleh karena itu terapi efek hepatotoksik yang baik adalah segera menghentikan penggunaan obat-obat yang dicurigai.

Tes Esbach

Merupakan pemeriksaan untuk menilai kadar protein dalam urin (proteinuria). Tes esbach yang disebut juga dengan metode dipstik ini merupakan pemeriksaan kuantitatif dengan nilai 0-4 (+). Pemeriksaan ini sensitif terhadap 60mg/l albumin, tetapi kurang sensitif terhadap protein Bence Jones dan protein lain yang berat molekulnya rendah misal β2-mikroglobulin. Pemeriksaan ini terkenal karena kemudahannya. Sampel urin yang digunakan untuk tes esbach ini adalah dari pengumpulan urin 24 jam yang ditampung.

Jadi untuk mendapatkan sampel urin ini, pasien diharuskan menampung semua urinnya selama 24 jam mulai dari jam 6 pagi sampai jam 6 pagi pada hari berikutnya. Urin yang keluar pertama kali pada pagi hari tidak ditampung, karena merupakan hasil dari malam harinya. Jadi urin mulai ditampung setelah berkemih pertama kali pada pagi hari sampai pasien berkemih pertama kali pada pagi hari di hari berikutnya. Pengumpulan urin 24 jam ini membuat pasien tidak nyaman dan tidak praktis karena pasien harus membawa kemana-mana tempat untuk menampung urinnya, serta sering kali pasien lupa untuk menampung urinnya ketika sedang berkemih.

Hasil dari tes esbach atau metode dipstik memiliki nilai 0-4 (+):

- Samar ~ 10-30 mg%

- 1+ ~ 30 mg%

- 2+ ~ 100 mg%

- 3+ ~ 500mg%

- 4+ ~ >2000 mg%

Pada tes esbach false positif dapat terjadi bila urin sampel sifatnya terlalu basa atau terlalu encer. Selain itu bila dari hasil pemeriksaan didapati positif samara harus diperiksa dengan asam salisilsulfonat atau dengan tes pendidihan karena mungkin positif palsu yang dihasilkan oleh urin alkali yang berbufer kuat.