Monday, March 4, 2013

Finally Found You


"Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu"

Seperti sebait lirik diatas dari salah satu lagu yang dipopulerkan oleh Sheila On 7. Hari ini tanggal 4 Maret 2013, tepat pada tanggal ini bulan Februari lalu. Seorang sosok wanita, yang selama ini Aku cari, telah mengisi kekosongan relung hatiku. Seorang wanita yang Insya Alloh menjadi calon istri dan calon Ibu dari anak-anakku kelak.

     Aku bisa kenal Dia, tak lepas dari usaha teman kuliahku dan pacarnya. Sebenarnya Dia adalah wanita ketiga yang dikenalkan temanku itu padaku. Dua wanita sebelumnya yang dikenalkan padaku, meski sempat mencoba melakukan pendekatan pada mereka tapi Aku merasa kurang sreg. Lalu ketika dikenalkan untuk ketiga kalinya, Aku mulai malas. Selain itu, Aku juga sedang berusaha pendekatan dengan wanita yang dahulu temanku di SMP. Namun ketika temanku mengirimkan fotonya, kesan pertama yang muncul Aku cukup terkejut dan entah kenapa sebuah kata meluncur dari mulutku "Manis". Jujur aku langsung terpesona dengan senyum manisnya. Lalu ketika pacar temanku membuat rencana mempertemukan Aku dengan Dia di rumah pacar temanku itu. Walau rasa malas masih menaungi hatiku, Aku tetap pergi karena ada yang harus Aku ambil dari temanku. Padahal waktu itu sedang hujan. Saat pertama kali bertemu Dia, Aku tidak berani menatap wajahnya secara langsung hanya curi-curi pandang saja. Dan memang wajah aslinya jauh lebih cantik dan manis.

     Sejak itu, Aku pun mulai sering ngobrol lewat whatsapp dengan Dia, ditambah lagi Aku sudah mulai melupakan teman SMPku itu. Obrolan kamu berjalan cukup lancar dan nyambung. Aku pun sering memberi semangat pada Dia, karena saat itu Dia sedang sibuk dengan skripsinya. Sekaligus untuk mengenal Dia lebih jauh lagi.

     Sejak bulan November, sudah dua bulan lebih kamu berkomunikasi melalui whatsapp, namun belum pernah sekali pun bertemu lagi sejak rencana yang dibuat oleh pacar temanku itu. Ketika memasuki bulan Januari, Aku sebenarnya mempunyai rencana untuk mengungkapkan perasaanku padanya. Terlebih lagi ketika sebuah magic word pernah terucap dari bibir Dia saat kami ngobrol. Sebuah magic word yang membuat Aku semakin mantap untuk mengungkapkan perasaanku dan menjadikan Dia menjadi calon istriku. Namun Aku urungkan niat itu, karena tak mau mengganggu konsentrasi Dia menyelesaikan skripsi dan menghadapi sidang skripsi.

     Tanggal 30 Januari adalah hari Dia melaksanakan sidang skripsi, oleh karena itu rencanaku yang sempat tertunda mulai disusun kembali. Akhirnya kesempatan itu datang juga, ketika Dia ingin sekali nonton film Habibie dan Ainun. Kami pun bertemu untuk kedua kalinya pada hari Sabtu, tanggal 2 Februari disebuah Mall di Bekasi. Namun ternyata Dia membawa adiknya, karena adiknya baru saja selesai les balet yang tempat lesnya masih dalam kawasan Mall itu. Terpaksa niat untuk mengungkapkan perasaanku ditunda lagi. Karena kondisinya tidak mendukung. Masak iya, menyatakan perasaanku pada Dia didepan adiknya yang masih kelas dua SD. Kasihan anak kecil sudah harus dengar masalah cinta-cintaan. Jadi hari itu kami bertiga hanya nonton dan Aku mengantarkan pulang sampai di rumahnya. Di rumahnya, Aku berkenalan dengan Mama dan adik laki-lakinya.

     Hari Seninnya, tanggal 4 Februari, Aku mulai lagi menjalankan rencanaku. Apalagi di hari itu Dia ada urusan ke kampusnya. Lalu Aku kasih tahu Dia, kalau Aku ingin jemput Dia di kampusnya dan mengajaknya untuk makan Bebek Kaleyo. Lalu setelah selesai praktik, Aku pun langsung pergi ke kampusnya di daerah Rawamangun. Setelah menunggu cukup lama didepan gerbang kampusnya, akhirnya Dia datang. Lalu Aku pun berangkat ke Bebek Kaleyo. Ternyata, Bebek Kaleyo yang di Rawamangun sudah tidak ada lagi. Dalam hati, Aku sudah was-was, pertanda apa ini. Lalu Aku langsung ke Bebek Kaleyo yang berada di daerah Tebet. Sampai disana, kami pun langsung memesan makanan. Selama makan kami hanya ngobrol-ngobrol biasa. Selesai makan, Aku pun mempersiapkan mental untuk mengungkapkan perasaanku kepada Dia. Ternyata, Aku membutuhkan waktu yang cukup lama agar mentalku siap dan memikirkan kata-kata apa yang harus Aku gunakan. Karena hari pun semakin sore, terpaksa siap tidak siap harus siap. Akhirnya, Aku pun mulai bicara pada Dia, tapi yang menyedihkan kata-kata yang telahku persiapkan tiba-tiba buyar semua. Alhasil, dengan perasaan berdebar-debar, gugup, salah tingkah hingga menghasilkan hanya ucapan yang terbata-bata yang keluar. Namun, apa yang ingin Aku katakan cukup tersampaikan kepada Dia. Semua itu akhirnya diperparah dengan respon Dia yang hanya bersikap biasa, tapi menatapku dengan tajam. Rasa takut akan ditolak oleh Dia pun muncul dalam pikiranku. Aku musti berkali-kali meyakinkan pada Dia, kalau Aku sangat sayang pada Dia, ingin menjadi seseorang yang spesial dihatinya yang bisa menjaga dan memperhatikan Dia. Setelah cukup lama akhirnya, Dia pun mau menerima Aku. Hatiku seketika itu langsung berbunga-bunga penuh kebahagian. Karena Dia adalah sosok yang selama ini aku cari dan akhirnya Aku bisa menjaganya dengan sepenuh hatiku.

     Aku berharap, hubungan yang kami jalani dapat terus berlajut ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu maghligai pernikahan yang suci. Semoga Alloh Swt meridhoi rencana kami.
Aamiin~~