Tuesday, May 31, 2011

Deep Vein Thrombosis

DEFINISI
Trombosis adalah terbentuknya bekuan darah dalam pembuluh darah. Trombus atau bekuan darah ini dapat terbentuk pada vena, arteri, jantung, atau mikrosirkulasi dan menyebabkan komplikasi akibat obstruksi atau emboli.

Trombosis vena dalam adalah suatu keadaan terjadinya gumpalan darah (trombus) pada vena dalam di daerah tungkai bawah. Setiap tahunnya diperkirakan terdapat 1 di antara 1000 orang menderita kelainan ini. Dari jumlah tersebut, kurang lebih satu sampai lima persen penderita meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.

Trombus yang terbentuk di tungkai bawah tersebut dapat lepas dari tempatnya dan berjalan mengikuti aliran darah, disebut dengan emboli. Emboli yang terbentuk dapat mengikuti aliran darah hingga ke jantung dan paru. Biasanya emboli tersebut akan menyumbat di salah satu atau lebih pembuluh darah paru, menimbulkan suatu keadaan yang disebut dengan embolisme paru (pulmonary embolism).
Tingkat keparahan dari embolisme paru tergantung dari jumlah dan ukuran dari emboli tersebut. Jika ukuran dari emboli kecil, maka akan terjadi penyumbatan pada pembuluh darah paru yang kecil, sehingga menyebabkan kematian jaringan paru (pulmonary infarction). Namun jika ukuran emboli besar maka dapat terjadi penyumbatan pada sebagian atau seluruh darah dari jantung kanan ke paru, sehingga menyebabkan kematian.

ETIOLOGI

Ada 3 faktor yang dapat menyebabkan terjadinya trombosis vena dalam, yaitu :

1. Cedera pada vena

Vena dapat cedera selama terjadinya tindakan bedah, suntikan bahan yang mengiritasi vena, atau kelainan-kelainan tertentu pada vena.
2. Peningkatan kecenderungan terjadinya pembekuan darah

Terdapat beberapa kelainan yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kecenderungan terjadinya pembekuan darah. Beberapa jenis kanker dan penggunaan kontrasepsi oral dapat memudahkan terjadinya pembekuan darah. Kadang-kadang pembekuan darah juga dapat terjadi setelah proses persalinan atau setelah tindakan operasi. Selain itu pembekuan darah juga mudah terjadi pada individu yang berusia tua, keadaan dehidrasi, dan pada individu yang merokok.
3. Melambatnya aliran darah pada vena

Hal ini dapat terjadi pada keadaan seperti perawatan lama di rumah sakit atau pada penerbangan jarak jauh. Pada keadaan-keadaan tersebut otot-otot pada daerah tungkai bawah tidak berkontraksi sehingga aliran darah dari kaki menuju ke jantung berkurang. Akibatnya aliran darah pada vena melambat dan memudahkan terjadinya trombosis pada vena dalam.
PATOGENESIS

Trombosis terjadi ketika keseimbangan antara pembekuan dan fibrinolisis dialihkan untuk mendukung pembekuan. Proses yang dapat mengembangkan trombotic baik melalui intrinsik atau jalur ekstrinsik. Jalur ekstrinsik dimulai dengan sel lokal cedera yang mengakibatkan pelepasan faktor jaringan dan paparan dari kolagen matriks sel yang menyebabkan agregasi trombosit. Faktor VII menjadi aktif, begitu juga faktor-faktor IX dan X. Pembekuan protein berkumpul di permukaan membran trombosit. Adhesi dari trombosit dirangsang oleh faktor von Willebrand sementara trombosit menjadi melekat satu sama lain dengan adanya fibrinogen. Hal ini menyebabkan pembentukan trombosit plug. adanya kompleks protrombinase (faktor Xa dan Va, kalsium, dan prothrombin), trombin dikatalisis mengakibatkan pembelahan fibrin peptida A dan B dan pengaktifan faktor XIII, yang pada gilirannya mengkatalisis silang dari monomer fibrin . Hasil akhirnya adalah gumpalan dan adanya trombosit aktif dan faktor-faktor Va dan VIIIA.

Koagulasi berlangsung di sepanjang jalur intrinsik melalui kontak aktivasi, ketika faktor XI diubah menjadi Xia, yang pada gilirannya mengkatalisis aktivasi faktor IX untuk IXA dan mengaktifkan faktor konversi urutan X ke Xa. Bertindak bersama di trombosit, faktor VIII, IXA, X, dan kalsium mengkatalisasi pengaktifan faktor X menjadi Xa dan bergabung dengan prothrombinase kompleks.

Beberapa antikoagulan menyeimbangkan mekanisme pembekuan darah. Antithrombin III menghentikan pembelahan fibrinopeptides A dan B, menghentikan aktivasi faktor V dan VIII, dan menghambat agregasi dan aktivasi trombosit serta faktor-faktor IXA, Xa, dan Xia. Protein C akan menginaktivasi faktor Va dan VIIIA dan mengurangi percepatan laju pembentukan trombin. Kofaktor II heparin mengatur pembentukan trombin. Jalur inhibitor ekstrinsik juga dikenal sebagai inhibitor jalur faktor jaringan yang menginaktifasi VIIa yang mengaktivasi faktor X, namun hal itu tidak mempengaruhi faktor IX.

Plasmin adalah enzim fibrinolitik utama, dengan substrat fibrin, fibrinogen, dan faktor-faktor koagulasi yang bertindak untuk menghambat adhesi trombosit. Plasmin mendegradasi baik bekuan fibrin dalam sirkulasi maupun yang terikat dalam bekuan, menghasilkan dua fragmen: E dan D. Fragmen D yang diukur dalam D-dimer tes ELISA dan yang berfungsi sebagai penanda fibrinolisis dan trombosis. Plasmin adalah produk dari interaksi antara aktivator plasminogen dan plasminogen jaringan. Plasminogen diaktifkan eksogen oleh streptokinase atau urokinase, endogen oleh aktivator plasminogen jaringan, dan oleh faktor-faktor intrinsik. Keseimbangan dalam sistem ini tergantung pada pembentukan trombus, inhibisi trombus , dan fibrinolisis.

Virchow menggambarkan risiko tromboemboli berkembang sebagai akibat ketidakseimbangan dalam beberapa faktor-faktor ini terutama koagulasi. Di antara faktor-faktor yang ditemukan untuk dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, trauma, dan obesitas. Sementara risiko meningkat dengan usia.

Table 1 faktor resiko pada DVT

Obesitas Usia > 40 tahun Kehamilan/ Postpartum

varises Immobilisasi Sepsis

Keganasan Kelainan faktor pembekuam Stasis

Stroke Obat kontrasepsi Katerisasi vena

Trauma /operasi>30 menit Riwayat DVT keluarga Penyakit jantung


GEJALA KLINIS

Sebagian penderita trombosis vena dalam tidak mengalami gejala sama sekali. Pada penderita-penderita ini biasanya gejala nyeri dada, akibat dari embolisme paru, adalah indikasi pertama adanya suatu kelainan. Jika trombus besar dan menyumbat aliran darah pada vena yang besar, maka akan timbul gejala pembengkakan pada tungkai bawah, yang nyeri dan hangat pada perabaan.
Beberapa trombus dapat mengalami perbaikan secara spontan dan membentuk jaringan parut. Jaringan parut yang terjadi dapat merusak katup yang terdapat pada vena di daerah tungkai bawah. Akibat kerusakan ini maka dapat terjadi pembengkakan pada daerah tersebut. Pembengkakan biasanya lebih sering terjadi pada saat pagi hingga sore hari karena darah harus mengalir ke atas, menuju jantung, melawan gaya gravitasi. Pada malam hari pembengkakan yang terjadi agak berkurang karena posisi tungkai bawah dalam keadaan horisontal sehingga aliran darah balik dari tungkai bawah ke jantung lebih baik.
Gejala lebih lanjut dari trombosis vena dalam adalah terjadinya perubahan warna pada kulit di sekitar daerah yang terkena menjadi kecoklatan. Hal ini terjadi karena sel darah merah akan keluar dari vena yang bersangkutan dan mengumpul di bawah kulit. Kulit yang berubah warna menjadi kecoklatan ini sangat rentan terhadap cedera ringan seperti garukan atau benturan, menimbulkan suatu ulkus. Jika pembengkakan makin berat dan persisten maka jaringan parut akan memerangkap cairan di sekitarnya. Akibatnya tungkai akan membengkak permanen dan mengeras sehingga memudahkan terjadinya ulkus yang sulit sembuh.
DIAGNOSIS

Diagnosis DVT tidak dapat dibuat pada presentasi gejala dan tanda-tanda saja. Sampai dengan 50% dari pasien dengan DVT akut hadir tanpa gejala. Gejalanya yang dikeluhkan diantaranya sakit di betis atau di kaki. Yang paling umum adalah edema dari betis atau mata kaki. Pada DVT proksimal yang luas, edema luas, sianosis, dan dilatasi vena superfisial dapat ditemukan.

Gambaran klinis dari trombosis vena dalam tidak spesifik, maka Wells membuat sistem skoring untuk memudahkan dalam mendiagnosis trombosis vena dalam.

Wells Clinical Decision Rule

________________________________________

Clinical characteristic Score

Active cancer (treatment ongoing or within previous six months or palliative) 1

Paralysis, paresis, or recent plaster immobilization of the lower extremities 1

Recently bedridden for more than three days or major surgery within 12 weeks

requiring general or regional anesthesia 1

Localized tenderness along the distribution of the deep venous system 1

Entire leg swollen 1

Calf swelling 3 cm larger than asymptomatic side (circumference measured 10 cm below tibial tuberosity) 1

Pitting edema confined to the symptomatic leg 1

Collateral superficial veins (nonvaricose) 1

Previously documented DVT 1

Alternative diagnosis at least as likely as DVT -2

________________________________________

NOTE: To determine the probability of DVT, calculate the score and place the patient in one of the following categories: a score of zero = low (zero to 13 percent probability); 1 to 2 = moderate (13 to 30 percent probability); >= 3 = high (49 to 81 percent probability). In patients with symptoms in both legs, the more symptomatic leg is used. An additional characteristic, "previously documented DVT," was added in 2003, but the new rule has not been extensively tested.

Pemeriksaan objektif harus digunakan untuk diagnosis DVT. Pemeriksaan kontras venogram merupakan standar baku untuk diagnosis pasti DVT. Namun sekarang, karena tinggi sensitivitas, spesifisitas, dan reproduktifitas, USG dupleks telah menjadi pilihan. Duplex ultrasound meliputi baik pencitraan B-mode dan analisis arus Doppler. Dilakukan pemeriksaan adanya trombus pada segmen vena, pelebaran vena, dan segmen inkompresibilitas vena dengan tekanan ringan. Temuan aliran Doppler sugestif dari DVT akut adalah tidak adanya aliran spontan, kehilangan aliran variasi dengan pernapasan, dan kegagalan untuk meningkatkan aliran dengan augmentasi distal. Duplex imaging membawa tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang lebih besar dari 95% untuk DVT. Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat membantu untuk mendiagnosis trombus vena panggul. Duplex ultrasound imaging tidak menimbulkan rasa sakit, tidak memerlukan kontras, dapat diulang, dan aman dilakukan selama kehamilan. Tes ini juga dapat mendeteksi potensi lain penyebab gejala. Fakta-fakta ini mendukung dupleks pemeriksaan pilihan untuk diagnosis DVT.
Gambaran DVT pada kontras venogram
Gambar DVT pada USG dupleks

Pemeriksaan D-dimer

D-dimer merupakan produk degradasi dari bekuan darah oleh fibrin. Kadarnya dapat meningkat pada thrombosis arteri dan vena, operasi besar, perdarahan, hamil, trauma, dan keganasan. D-dimer merupakan pemeriksaan yang sensitif namun kurang spesifik.

 
Algoritme pendekatan diagnosis DVT

KOMPLIKASI

Emboli paru (PE)adalah komplikasi serius dan sering dari trombosis vena dalam. Emboli paru terdeteksi oleh scan perfusi paru perfusi kira-kira 50% dari pasien dengan DVT, dan trombosis vena asimtomatik ditemukan di 70% dari pasien dengan gejala klinis dikonfirmasi PE. Meskipun DVT mungkin sering di pembuluh darah betis, namun hanya ketika trombosis meluas di atas lutut yang serius terjadi emboli paru.
Sindrom post-trombotik atau disebut juga insufisiensi vena menahun terjadi pada sekitar 25% dari kasus. Hal ini disebabkan oleh hipertensi vena, yang terjadi sebagai akibat rekanalisasi vena utama yang menyebabkan patensi katup, namunterjadi fibrosis dan katup menjadi tidak kompeten, atau lebih jarang, obstruksi menetap pada trombus vena proksimal. Tekanan tinggi ini menyebabkan edema dan gangguan kelangsungan hidup jaringan subkutan dan, dalam bentuk yang paling parah, ulkus vena asal.
Pada pasien dengan trombosis vena ileofemoral yang luas, pembengkakan mungkin tidak pernah hilang, sedangkan pada pasien dengan vena thrombosis proksimal yang tidak berat, pembengkakan dapat mereda tetapi dapat kembali dalam beberapa tahun mendatang. Manifestasi lain sindrom post-trombotik adalah nyeri di betis yang mereda dengan beristirahat dan elevasi tungkai, pigmentasi dan indurasi di sekitar pergelangan kaki dan sepertiga bagian bawah tungkai, dan, yang lebih jarang klaudikasio vena, nyeri betis yang mendadak yang terjadi selama latihan (terutama pada thrombosis ileofemoral).

Terkadang diagnosis sindrom post-trombotik secara klinis jelas jika muncul gejala dengan onset yang bertahap. Namun, pasien dapat memiliki gejala subakut nyeri dan pembengkakan kaki, yang dapat meniru DVT akut kambuh. Meskipun gejala-gejala ini biasanya tumpang tindih dengan latar belakang sakit kronis dan pembengkakan, mungkin sulit untuk menyingkirkan DVT akut kambuh pada dasar klinis saja, dan diagnosis sindrom post-trombotik sebagai penyebab dapat dibuat hanya jika DVT akut kambuh telah dikecualikan (pemeriksaan terbaik untuk hal ini adalah MRI).

TATALAKSANA

Tujuan terapi untuk trombosis vena dalam adalah untuk mencegah pembentukan bekuan darah yang lebih besar, mencegah terjadinya emboli paru, serta mencegah terjadinya bekuan darah di masa yang akan datang. Beberapa obat dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati trombosis vena dalam. Obat-obatan yang paling sering digunakan adalah golongan antikoagulan seperti warfarin atau heparin. Obat antikoagulan berguna untuk mencegah terjadinya gumpalan darah. Perlu diperhatikan pula bahwa obat-obatan golongan antikoagulan dapat menyebabkan terjadinya efek samping perdarahan.

Berikut adalah algoritme tatalaksana trombosis vena dalam menggunakan antikoaguolan.

Treatment of DVT

Bolus dose of heparin: 5000-10000 U EV

Initial maintenance dose of heparin: 32000 U EV per 24h by continuous

infusion or 17000 U subcutaneously to be repeated after adjustment at 12h

Adjust dose of heparin at 6h according to normogram. Maintain aPTT

2 times the control

Repeat aPTT 6 times every hour until in therapeutic range and then

daily (see nomogram)

Start warfarin 10mg at 24h and 10mg next day.

Overlap heparin and warfarin for at least 4 days

Perform PT daily and adjust warfarin dose to maintain INR at 2.0-3.0

Continue heparin for a minimum of 5 days, then stop if INR has been in

therapeutic range for at least 2 consecutive days.

Continue warfarin for 3 months and monitor PT daily until in therapeutic

range, then 3 times during first week, twice weekly for 2 weeks , or until

dose response is stable, and then every 2 weeks

Obtain pretreatment hemoglobin level, platelet count, PT, and aPTT.

Repeat platelet count daily until heparin stopped.

aPtt= activated Partial Thromboplastin Time;PT= Prothrombin

time; INR= International Normalized Ratio
Terapi lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemasangan filter atau penyaring yang diletakkan pada vena dari tubuh bagian bawah yang menuju ke arah jantung (vena cava inferior). Penyaring ini berguna untuk mencegah emboli yang terbentuk mencapai paru dan menimbulkan embolisme paru.
Untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada tungkai maka dapat dilakukan elevasi atau kompresi pada tungkai yang terkena. Kompresi dapat dilakukan dengan cara pemasangan stocking khusus, yang dapat memberikan kompresi atau tekanan halus pada tungkai.

TERAPI PEMBEDAHAN

Biasanya perawatan non operatif sudah cukup untuk mengatasi trombosis vena, tetapi bila terapi anti koagulan dan trombolitik tidak berhasil, serta ada bahaya gangrene,maka tindakan bedah dapat dipertimbangkan.

• Ligasi vena

Dilakukan untuk mencegah komplikasi emboli paru. Vena femoralis dapat diikiat tanpa menyebabkan kegagalan vena menahun, tetapi yidak menghilangkan kemungkinan emboli paru. Bila diikat lebih tinggi lagi, misalnya pada vena femoralis komunikans diatas percabangan vena safena, maka hamper selalu diikuti oleh kegagalan vena menahun dan tidak tertutup kemungkinan emboli paru.

Indikasi untuk insersi transvena filter vena cava i8nferior adalah pada pasien yang gagal dengan terapi antikoagulan dan pada keadaan umum yang buruk, juga emboli berulang.

• Trombektomi

Trombektomi vena yang mengalami trombosis memberikan hasil yang baik bila dapat dilakukan segera sebelum lewat 3 hari dengan tujuan untuk mengurangi gejala pasca flebitik, mempertahankan fungsi katup dan mencegah komplikasi ulkus stasis pada tungkai bawah dan mencegah emboli paru.

Indikasi untuk trombektomi adalah pada kasus phlegmasia coerulea dolens,yaitu kombinasi trombosis vena dalam dengan iskemia yang sangat nyeri,hilangnya pulsasi distal dan ekimosis. Edem hebat dan sianosis terlihat pada sebagian besar tungkai.

• Femofemoral grafts

Disebut juga cross-over method daro Palma, biasanya dipilih untuk bypass vena iliaka serta cabangnya yang mengalami trombosis. Vena safena diletakkan subkutan suprapubik untuk kemudian disambungkan end-to-side dengan vena femoralis kontralateral. Dapat diterapkan untuk mengurangi edem.

• Safenopopliteal bypass

Dilakukan bila rekanalisasi pada trombosis vena femoralis tidak terjadi. Apalagi bola dengan balutan elastic tidak berhasil mengurangi gejala stasis. Disini vena safena disambungkan secara end-to-side dengan vena poplitea

Saturday, May 28, 2011

Hujan

Ditengah riuh keramaian
Tersimpan memori akan rintik hujan
Basah dan kering menguap seiring waktu
Mencoba membuyarkan segala kenangan

Tatkala hati membuncah riang
Sedetik kemudian muram pekat
Akankah waktu akan membinasakan segalanya
Atau, waktu mau menemani kembali ke masa lalu

Tak letihnya menunggu hujan
Untuk  menyegarkan kenangan akan ceria
Memberikan semburat senyuman pada bunga
Dan kembali tegak kebahagiaan

by: KAI

Wiih...in the short time, I can make a simple nice poetry. This poetry describes  condition of my heart now. I feel was forgotten by her and I hope I could rewind every happy moments that was done with her in the past.
Sorry, if I write it in Bahasa. But I hope you also can enjoy it. This is the second poetry that I create and post in here.
I promise, I will make another poetry and post it in this blog. So wait patiently, okay...
See you there...

Friday, May 27, 2011

Dream Come True. Hopefully...

Have been long time, I want write a novel book. It is my dream that I want achive. I have several themes for my first novel, like about a doctor's life journal, a doctor who also become detective, a doctor who also a silence assassin or may be science fiction.
But, until now I never try to write a single novel. I only dreaming that someday I can published my own novel, without do something.
I hope with write down my dream in this blog. I will be trigger to hurry up write a novel. I have a plan to write a novel when on Morotai island while I do my job as PTT's doctor.
I also have idea to use name "kai" as my pen's name or it will be name a character in my novel.
Actually my writing skills is very bad. So, since a year ago I made this blog to increase and  sharpen my writing skills. I think there are some progress, but still I am not confidence.
I really want to write a novel so I can show to the world that who I am is.
Lot of novelist become my idols like Habiburrahman El-Shirazy, Ahmad Fuadi, and Jeffry Deaver, which someday I want be like them.

Okay, that is all my dream. I hope my dream will come true immediately... 

Saturday, May 21, 2011

Liat Handphone, Dapat Nasihat. part 3

Helloo...
With Me again...
Several days ago, I got two SMS from my friend again. This time the SMS teach us to get meaning from other living things and relationship between us and 4WI.
As usual, I will write it down in Bahasa, so please check it out:

First...

Sebuah renungan:
Dari air kita belajar ketenangan.
Dari batu kita belajar ketegaran.
Dari tanah kita belajar kehidupan.
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri.
Dari padi kita belajar rendah hati.
Dari semut kita belajar tegur sapa.
Dari hati kita belajar kesabaran.
Dari jiwa kita belajar keikhlasan.


Second...

Dan surga itu diberikan kepada kamu berdasarkan amal yang telah kamu kerjakan (QS.43:72)

Kualitas manusia di akhirat nanti akan ditentukan setelah melalui proses ujian demi ujian terhadap ketaatan kita kepada 4WI selama hidup di dunia.
Saudaraku, jika kita di uji oleh 4WI sikapilah dengan amalan yang haq. Marilah kita rutinkan bangun malam untuk sholat dan doa agar keimanan kita tetap terawat.

That is all...
What do you think???
I hope you can learn something from what I post in this blog.

I will always post every SMS which could give inspiration to make us better person than before.

So, do not miss it...


credit: fen

Friday, May 20, 2011

Chance to Serve

Finally, I can pass and accepted become PTT doctor. I will work at Morotai Island, North Maluku, in one year. Actually, my first choice is work at Central Halmahera but the Ministry of Health placing me at Morotai Island.
First time, I know the announcement, I feel little sad. Because there is big different about the wage between  Central Halmahera and Morotai Island, almost 2,5 millions rupiahs.
After I think more wisely, there is not appropriate to thinking about wage. Because, as a doctor, there is more value to reconsidered. To be a doctor, not always related about money but has to serve the people everything about the health. So where the doctor is live, the people around him also have a good healthy.
I really thanks to 4WI was give me a chance to look for merit at Morotai Island. I hope everything that I had learned in college really useful for increasing understanding people in there about health aspect.

I will go to Morotai Island on June 6, before that there is some debriefing to know everything has to do at place that I will work.

That is a new info related to me...
See ya...

Wednesday, May 18, 2011

Disappeared Without a Trace

Almost a month without contact with her. I feel lonely without her. I really miss her, so much.
Two gathering events, she never told me about that. In the past, every gathering, she always with me attended that event. But now, she goes to gathering by herself.
I think she do not care about me anymore. No SMS or chat with her anymore. I do not know anything about her condition now. I only look her in the photo that post in forum. She looks fatter than the last I see her.
I know, she has lot of friends now. May be, because of that I was forgotten by her. I am not mad with what she was done to me.
Now, I only hope that someday she become close again with me. Like in the past, where we always had a chit-chat, laugh freely, eat burger and going to somewhere together.
Recently, I thought it is a sign that we are not a match. So, I am in the state of accepted for everything that can be happen in our relationship.
So, what I can do it now is pray to 4WI, to always give her happiness even without me on her side.

Happiness for her, always...

Monday, May 16, 2011

A New Siggy, HELLO~Paradise Kiss~

Finally, I can make a new siggy for YI after postponed in several weeks.
Actually, YUI was launched PV HELLO~Paradise Kiss~ almost a month ago. But, my photoscape program is error so I have to use adobe photoshop to make this siggy. Because, I was too long not use photoshop, so I must try every applications in there. And the result is... I fail to make a new siggy.
Tonight, suddenly I have desire to create a new siggy. I need four hours to make a one siggy and I think the result is a good one.
If you want to see my new siggy, please check it out:


Yeah, how about it??
I think it is one of my best siggy that I was ever made.
About the new single, it will be release early june.
O yeah, YUI also become artist who compose and sing OST for new movie "Paradise Kiss" and the song  title is HELLO~Paradise Kiss~. This movie also launch in early june. And this movie staring by my favorite actrees Kitagawa Keiko.
I really want watch this movie and listening YUI's new single HELLO~Paradise Kiss~.

Okay, that is all.
I hope you enjoy see my new siggy...
See ya!!!

Saturday, May 14, 2011

Liat Handphone, Dapat Nasihat. part 2

This is my second post about contain of SMS that I had from my friend. This time, I only got two SMS. But both of them have deep meaning for human to always say thanks to 4WI, after everything 4WI gives to us.
Now, I will write the SMS in Bahasa.

Firstly,

Ketika gigi kita hilang satu, kita menjadi susah makan.
Ya 4WI, satu gigi hilang begitu susahnya.
Sekian tahun Engkau berikan gigi itu, baru sekarang disadari manfaatnya.
Ketika ia hilang...
Satu gigi menjadi begitu bernilainya.
Lalu bagaimana dengan tangan, mata, jantung, otak???

Maka Nikmat 4WI mana lagi yang kamu ingkari. (QS.55:13)


Second,

Percayalah yang datang pasti pergi.
Karena sesungguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kita.
Karena 4WI selalu menurunkan sesuatu kepada para hambaNya dengan "surat ketetapan" yang disela-sela hurufnya terdapat suatu kelembutan, pahala, balasan dan pilihan...

Semoga 4WI senantiasa meridhoi langkah kita menuju cintaNya.
Amiiinn...


That is all, two SMS that I got from her.
If I get SMS from her again, I promise to post it in here.

So, keep waiting... :D

credit: fen

Friday, May 6, 2011

Henoch-Schonlein Purpura

Henoch-Schonlein Purpura is an inflamation disorder with generalisate vasculitis that usually occur on blood vessels in skin, intestine, kidney, joint and seldom attack lungs and central nervous system. This kind of vasculitis always found in childrens. About etiology, until now can't determined but factors that make this disorder happen was known. Environment, genetic, infection and autoimune reaction that involve IgA are kinds of factor can induce Henoch-Schonlein Purpura. Antigen-antibody complex deposit in intire body and trigger necrotican vasculitis.
The specific sign of purpura are eritematous macula, urticaria papul, pruritic papul and plaque. This papul can easily touched. Purpura always appear simetrically on the lower extermities. But sometimes can be find on arms. In children before 2 years, sometimes can be found edema on scalp, periorbital, hands and feet.

The clinical manifestations are fever, headache and then erythematous purpura come out. Beside that gastrointestine tract disorder, like colic pain may occur and arthritis also always be found on 75% cases. Because, there is IgA complex involvement, kidney disorder also can be found.
No spesific laboratory test for Henoch-Schonlein Purpura. But from hematolgy examination can be find leukocytosis, eosinophilia and thrombocytosis. Urinalysis also have to done, to know whether there are hematuria and proteinuria or no.

For treatment, there is no specific medications. All treatment is supportive, to reduce clinical manifestation.
But sometimes, steroid also needed in certain condition, like: nephrotic syndrome, GI tract bleeding, severe edema and involving lungs and nervous system.

Prognosis for Henoch-Schonlein Purpura is good, because it is self-limited disease. But patient must be informed about the complication that may be occured, eventhough is rare. Henoch-Schonlein Purpura also can be relaps in a months until years. So patient must be well-informed