Monday, April 26, 2010

Salah Tetes!!!

Sebenarny ku mau menulis masalah ini hari jumat lalu, tapi lupa hingga hari ini.
Cerita berawal di hari jumat tanggal 23/4/2010. Ketika ku sedang kuliah di IKK, seorang teman mengganggu ku dengan terus menelpon Hpku. Tapi karena pada waktu itu sedang kuliah Prof.Firman maka terpaksa tidak ku angkat. Sempat sms ke teman itu yang untuk sms ku aja klo emang mo ngomong. Tapi dia menolak, dan berniat menunggu hingga selesai kuliah. skip...skip...
Kuliah pun selesai, dan ku temui dia diluar kelas. Sebagai informasi, teman ku ini sebenarny tidak masuk kuliah. Lalu, ketika bertemu dia ngomong klo tadi pagi diteleponn oleh bu Kus -perawat di puskesmas pisangan timur- klo ada masalah di puskemas pagi ini. Selidik punya selidik, ternyata temanku itu ketika hari rabu lalu salah kasih obat ke pasien. Pasien sebenarnya datang ke puskesmas karena sakit mata, lalu setelah diberi resep pasien mengambil obat di apotik. Nah, pada hari rabu itu teman ku salah kasih obat tetes mata, dia kasih obat tetes telinga ke pasien tersebut. Akibatnya, pasien hari jumat datang lagi mata yang merah berair dan bengkak bersama suaminy. ketika, itu suaminy ribut meminta pertanggung jawaban dari temanku dan sempat ngomong ingin menuntut. Untuk informasi, suaminy adalah seorang provost. Pusing donk pastiny, nah kemudian kepala puskesmas, dr. Tati, melalui bu Kus menyuruh saya dan teman ku  untuk datang ke  puskesmas jam setangah 2. Tapi karena ada kuliah yang tidak bisa ditinggal, kami baru bisa ke puskesmas jam 3. Sampai sana, hanya dr.Tati sudah menungggu dan beberapa karyawan. Langsung kami diceramahi dan diberi tahu duduk permasalahanny, serta mau langsung menyelesaikan masalah dengan suami pasien. Tapi karena suami pasien ada panggilan tugas, maka ku tidak ketemu. skip... skip..
Rencanany, akan diadakan pertemuan lagi hari senin dengan suami pasien.
Selama 2 hari, perasaan ku sejujurny biasa aja. Tapi sepertiny temanku itu depresi banget, dia takut baget klo sampai benar2 dituntut.
Senin pun tiba, ku rencanakan untuk datang jam 7 pagi, dengan maksud mungkin bisa menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah itu. Tapiiii, ternyata tidak ada yang datang jam 7, temanku malah datang jam setengah 9.  waduh..waduh..
Pagi hari, aktivitas seperti biasa, ku dapat jatah stase di balai ppengobatan..
Ketika jam 11, kepala puskesmas mengumpulkan kami semua. lalu mulai ceramah lagi. skip.. skip..
Intinya, tenyata hari sabtu dan minggu, dr.Tati dan bu Kus mendatangi rumah pasien itu. Lobi dan lobi, akhirny pasien dan suami pasien hanya meminta surat persetujuan bermaterai yang isiny bila ada efek samping yang berat pada mata pasien kami mau bertanggung jawab. Akhirny, kami hanya bikin satu lembar surat persetujuan dan menyerahkan ke pihak puskesmas.
Haaahh... untungny masalah itu tidak berkembang sampai tuntun menuntut.

Kejadian ini akan menjadi pelajaran ku yang sangat berharga..
Beruntung kami saat ini masih dalam proses pengajaran, gimana klo dah jadi dokter betulan dan terlibat ke dalam kasus seperti itu..
Maka, ku hanya seorang diri yang akan menghadapi masalah itu tanpa bantuan siapa pun..
Semoga kasus ini, menjadi kasus pertama dan terakhir dalam kehidupan dokter ku...
Amiiinnn.... 

Friday, April 23, 2010

Dokter adalah…

Dokter adalah profesi yang banyak berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia. Baik terhadap pasiennya, sesama profesinya, maupun dengan orang-orang non profesinya. Oleh karena itu, selain perlu memiliki bekal ilmu tentang kedokteran yang memadai. Seorang dokter juga harus menguasai cara berkomunikasi yang baik dan efektif terutama kepada pasien. Karena dengan komunikasi yang baik maka hubungan antara dokter dan pasien akan terjalin dengan erat. Sehingga penyampaian mengenai penyakit, tata laksana, dan prognosis pasien dapat diterima dengan baik oleh pasien. Karena cara dokter berkomunikasi akan selalu berbeda antar tiap individu pasien. Hal ini bergantung pada tingkat pendidikan, budaya, dan kondisi pasien saat bertemu dokter. Dengan adanya komunikasi yang baik antara dokter-pasien, maka tidak ada lagi pasien yang menuntut dokternya.

Selain sebagai care provider, dokter juga adalah seorang community leader. Karena dokter juga bagian dari masyarakat, maka dokter perlu berperan serta aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Seperti kata”dokter” yang berasal dari bahasa latin yang berarti guru. Dokter harus menjadi seorang agent of change, untuk mengajarkan warga di lingkungan tempat tinggalnya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pola hidup yang sehat, dan upaya diri untuk mencegah terkenanya suatu penyakit, seperti dengan imunisasi. Sehingga dokter bisa membuat warga di lingkungan tempat tinggalnya termotivasi untuk melakukan upaya pola hidup bersih dan sehat, serta menyadarkan warga di tempat tinggalnya, bahwa melakukan tindakan preventif jauh lebih baik dibanding kuratif.

Jadi sejatinya, seorang dokter tidak hanya bertanggung jawab akan kesehatan seorang pasien, tapi harus pula bertanggung jawab akan kesehatan seluruh warga yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Tanggung jawab yang berat ini dipikul oleh seorang dokter yang juga seorang manusia biasa yang punya keterbatasan. Namun dimata masyarakat, dokter itu harus sempurna bahkan dianggap manusia setengah dewa. Untuk mencapai kesempurnaan itu, maka digaungkan “seven stars doctor” yang tidak mudah untuk dicapai. Tapi ingat, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin untuk menjadi “seven stars doctor”.

Tuesday, April 20, 2010

Kegiatan ku...

Dah hampir dua bulan, usia blog ku sekarang. Hmmm... Mo nulis apa ya???!!
Hmmm.. Oia, ku belum pernah kasih tau kegiatan ku sehari-hari sekarang. Baiklah, first of all, ku sekarang sudah tingkat 6, tingkat akhir nih.. Tinggal 2 bulan lagi ku akan lulus menjadi dokter umum (doakan ya..). Saat ini, ku lagi stase di departemen ilmu kedokteran keluarga (IKK). Masih ada 2 bagian lagi yang harus ku lewati, yaitu THT dan forensik. Stase IKK, mengharuskan ku menjadi seorang dokter "betulan" yang langsung terpapar pasien, dari penegakan diagnosis sampai kasih obat. Ada 2 tempat yang harus ku lewati yaitu KDK Kayu Putih (ini sudah lewat) dan Puskesmas Pisangan 2 (tempat tugasku saat ini)
Beban kuliah di dept. IKK sebenarnya lebih ringan dibandingkan dengan departemen lain. Tapi ada 4 tugas makalah yang membuat ku sebenarny agak malas mengerjakanny. pertama, makalah follow up pasien; kedua, evapro puskesmas; ketiga, plant survey; dan terakhir, makalah studi kasus (stukas) pasien. Sekarang, tinggal 2 makalah lagi yang belum selesai, yaitu stukas dan plant survey. Padahal waktu ku stase di IKK tinggal 2 minggu lagi.. haaaahhh ku pusing banget, apakah ku bisa selesaikan makalah itu tepat waktu.. (ayo, semangat.. ganbatte..!!)
Meskipun begitu, stase IKK paling enak dan santai. Klo ga ada diskusi bisa pulang jam 1 siang (mana ada departemen yg bisa pulang jam segitu..), ku banyak menghabiskan waktu untuk nonton dorama: Liar Game 2, Akai ito, Chance, dr. koto.. wah banyak deh..
Tapi 2 minggu terakhir ini menjadi, minggu-minggu tersibuk ku (sibuk??!!, koq sempet nulis blog!!!). Pokokny harus selesai nih 2 makalah lagi, bagaimana pun carany..
Seandainy ku punya ilmu untuk memperlambat waktu, kayak time bullet gt tp unlimited waktuny. Jadi bisa kerjain dengan santai.. hahahaha....
Dah dulu ya..
Bingung mo nulis apalagi...

Monday, April 19, 2010

DIARE

Diare adalah buang air besar dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair, kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200ml/24jam. Definisi lain, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Diare akut yaitu diare yang berlangsung kurang dari 15 hari. Sedangkan dikatakan diare kronik bila berlangsung lebih dari 30 hari. Frekuensi kejadian diare pada negara berkembang, termasuk Indonesia lebih banyak 2-3 kali dibandingkan negara maju .

Patofisiologi:

Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih mekanisme, yaitu:

1. diare osmotik: meningkatnya tekanan osmotik intralumen dari usus halus yang disebabkan oleh obat/ zat hipeosmotik, malabsorbsi umum dan defek dalam absorbsi mukosa usus misal pada defisiensi disakaridase, malabsorbsi glukosa/galaktosa

2. diare sekretorik: meningkatnya air dan elektrolit dari usus dan menurunnya absorbsi. Keadaan yang khas yaitu secara klinis ditemukan diare dengan volume tinja yang banyak sekali. Diare tipe ini tetap terjadi meski puasa.

3. malabsorbsi asam empedu, malabsorbsi lemak: terjadi akibat gangguan pembentukan micelle empedu dan penyakit saluran bilier dan hati.

4. defek sistem pertukaran anion/transpor elektrolit aktif di enterosit: adanya hambatan mekanisme transpor aktif Na K ATPasedi enterosit dan absorbsi Na dan air yang abnormal.

5. motilitas dan waktu transit usus abnormal: hipermotilitas dan iregularitas motilitas usus sehingga menyebabkan absorbsi yang abnormal di usus halus. Penyebab gangguan motilitas: DM, hipertiroid

6. gangguan permeabilitas usus: disebabkan kelainan morfologi membran epitel spesifik pada usus halus

7. diare inflamatorik: adanya kerusakan mukosa usus karena proses inflamasi, sehingga terjadi produksi mukus yang berlebihandan eksudasi air dan lektrolit ke dalam lumen, gangguan absorbsi air-elektrolit

8. diare infeksi: infeksi oleh bakteri merupakan penyebab diare tersering. Dari sudut kelainan usus diare oleh bakteri dibagi atas:

a. non-invasif: diare terjadi akibat toksin yang disekresikan oleh bakteri, yang disebut diare toksigenik dan tidak merusak mukosa usus. Contohnya V.cholerae, bakteri ini mengeluarkan toksin yang terikat pada mukosa usus halus . Enterotoksin ini meningkatkan siklik AMP dalam sel yang menyebabkan sekresi aktif anion klorida ke dalam lumen yang diikuti oleh air, ion bikarbonat, kation natriu dan kalium.

b. invasif: diare yang disebabkan rusaknya mukosa usus berupa nekrosis dan ulserasi. Sifat diarenya skretorik eksudatif. Cairan diare dapat tercampur lendir dan darah. Contoh: Shigella, EIEC, C.perfringens. Penyebab parasit tersering adalah E.hitolitika dan G.lamblia.

Diagnosis:

Anamesis: ditanyakan riwayat makan. Bagaimana BABnya, jumlah, konsistensi ada darah atau lendir. Ada demam. Ada nyeri abdomen,dll.

Pemeriksaan fisik: di nilai tanda vitalnya, untuk mengetahui adakah kemungkinan dehidrasi. Pemeriksaan abdomen

Pemeriksaan penunjang: DPL, kadar elektrolit serum, ureum dan kreatinin. Pemeriksaan tinja.

Penatalaksanaan:

Rehidrasi: merupakan prioritas utama pengobatan. Hal yang perlu diperhatikan:

1. jenis cairan: pada diare akut ringan dapat diberikan oralit. Dapat pula diberikan ringer laktat.

2. jumlah cairan: jumlah yang diberikan sesuai dengan jumlah cairan yang dikeluarkan. Kebutuhan cairan tubuh dapat dihitung dengan berbagai cara.

a. metode pierce:

- dehidrasi ringan, kebutuhan cairan= 5%xBB

- dehidrasi sedang, kebutuhan cairan= 8%xBB

- dehidrasi berat, kebutuhan cairan= 10%xBB

b. metode Daldiyono, berdasarkan skor klinis:

- rasa haus/muntah = 1

- TD sistolik 60-90 mmHg = 1

- TD sistolik <60 mmHg = 2

- Frek. Nadi >120/menit = 1

- Kesadaran apatis = 1

- Kesadaran somnolen, sopor atau koma = 2

- Frek. Napas >30/menit = 1

- Fasies kolerika = 2

- Vox kolerika = 2

- Tugor kulit menurun = 1

- Washer woman’s hand = 1

- Ekstremitas dingin = 1

- Sianosis = 2

- Umur 50-60 thn = -1

- Umur >60 thn = -2

Kebutuhan cairan= skor/15 x 10% x BBkg x 1liter

3. jalan masuk atau cara pemberian cairan: secara oral atau intra vena

4. jadwal pemberian cairan:

a. dua jam pertama: jumlah total kebutuhan cairan diberiakan langsung dalam 2 jam ini agar tercapai rehidrasi optimal secepat mungkin.

b. Satu jam berikutnya, pemberian berdasarkan kehilangan cairan selama 2 jam pemberian cairan rehidrasi inisial sebelumnya

c. Jam berikutnya pemberian cairan diberikan berdasarkan kehilangan cairan melalui tinja dan IWL

Diet: pasien dianjurkan minum minuman sari buah, teh, serta makanan yang mudah dicerna seperti pisang sup, bubur

Obat yang diberikan bersifat simtomatik, yang berguna untuk mengurangi gejala seperti obat antimotilitas: loperamid. Pemberian obat anti mikroba biasanya pada diare infeksi yang invasif. Karena diare akibat virus atau bakteri non invasif biasanya self limited disease.

"To Mother" lyrics


だって あなた 言ったじゃない


涙声 うつむいたまま



嘘もつけなくなったら

生きてゆけなくなるよと



愛されていたいと思うから

どんな痛みだって

笑ってみせた ah ah



悲しみって

あたし一人だけなら

耐えられるのに



優しさって

残酷よね?



心 まで こころ

みだれるもの



ずっと一緒に居たいけど

嫌いなとこが増える日々



似たもの同士なんだよね?

わかるような気もしってる



愛し合える人が出来たの

そんな日がくれば

変われるかな ah ah



幸 せって

魔法みたいに

輝 いてくれないけど



憎しみって

ささいなすれ違いでしょ?

泣かないで



たかが運命なんて

変えてゆけるんだって

家を飛び出して夜に泣いた



誰もいない公園のベンチで

迎えに来てくれるのを待っていた むか



悲しみって

寄り添えば何処となく

温 かくて



優しさって

側にあればふと

甘えてしまうもの



ねぇ

幸せ よ しあわセ

たぶん

あたし



あなたが

居たんだから





romanji:
datte anata itta janai


namidagoe utsumuita mama



uso mo tsukenakunattara

ikite yukenakunaruyo to



aisarete itai to omou kara

donna itami datte

waratte miseta ah ah



kanashimi tte

atashi hitori dake nara

kaerareru no ni



yasashisa tte

zankoku yo ne?



kokoro made

midareru mono



zutto isshoni itai kedo

kirai na toko ga fueru hibi



nitamono doushi nanda yo ne?

wakaru you na ki mo shitteru



aishiaeru hito ga dekita no

sonna hi ga kureba

kawareru kana ah ah



shiawase tte

mahou mitai ni

kagayaite kurenai kedo



nikushimi tte

sasai na surechigai deshou?

nakanaide



taka ga unmei nante

kaete yukerun datte

ichi wo tobidashite yoru ni naita



dare mo inai kouen no benchi de

mukae ni kitekureru no wo matteita



kanashimi tte

yorisoeba doko to naku

atatakakute



yasashisa tte

soba ni areba fu to

amaete shimau mono



nee

shiwase yo

tabun

atashi



anata ga

itan dakara



English:
Because you told me


Teary voiced looking away



That if you couldn’t even lie anymore

Living on would not be possible



Since you wanted to be loved

You kept on laughing

Through any hardship



Sadness is something

I could endure

If I were alone



Kindness is so

Cruel, Isn’t it?



Even your heart

Becomes confused



I want (us) to be together forever but

Things I don’t like about you seem to

Increase by each passing day



We’re like-minded, aren’t we?

I feel like I understand



I have someone I can love now

If that day were ever to come

I wonder if I could change



Happiness is…

Although it doesn’t

Shine like magic



Isn’t hatred

Just a slight misunderstanding?

Please don’t cry



Mere fate

Is something you can change

Crying into the night as I ran from the house



And in that secluded park bench

I waited for you to come pick me up



Sadness is a thing

If snuggled together,

A thing of great warmth



Kindness is

If it’s close to you

Its taken advantage of



Hey…

I’m happy

Probably

Because



I had you

With me

 
nb: Dalam banget artiny..
jadi ingat seseorang yang sangat berarti di dunia ini...

YUI's new single "To Mother"


Tanggal 2 juni 2010 YUI-chan akan mengeluarkan single terbaruny yang berjudul "To Mother". Dalam single ini, YUI memberikan kejutan untuk para fansny, yaitu menyanyi kan lagu ini dengan  iringan piano, bukan gitar seperti kebiasaan YUI.
Awalny banyak para YUI-lovers, begitu sebutan bagi fans YUI, mengira YUI akan mengeluarkan sebuah album baru berdasarkan YUI's dairy dan staff's diary. Namun tiba-tiba sebuah web mengenai penjualan CD memampang cover "To Mother" dan siap untuk pre-order. Meskipun sudah tersebar rumor semacam itu, dari pihak YUI maupun SONY belum mengkofirmasikan akan single terbaru itu.
Namun tiba-tiba tanggal 13 April, dalam YUI's dairy, YUI mengkorfirmasikan bahwa single terbaruny akan dperkenalkan pertama kali dalam school of locks pada tanggal 14 April.
Dengan demikian rumor tersebut benar. Nah ku dah dengar laguny dari rip school of locks, ternyata laguny keren banget, dan dalem banget artiny..
Oia selain lagu To Mother ada satu lagu lagi dalam single tersebut yaitu tonight.
Wah ku dah ga sabar ingin melihat PVny To Mother, dan melihat YUI bermain piano...

Meski dah keluar single terbaru, rumor akan keluar album kelima YUI tetap ada. Karena berdasarkan YUI's dairy, staff's dairy, dan hisashi kondo, mengatakan YUI saat ini memang sedang sibuk rekaman...

Mungkinkah rekaman untuk album baru..
Semoga saja..

Demam Tifoid

Patogenesis:
S. typhi masuk ke mannusia melalui makanan yang terkontaminasi. Ketika di lambung sebagian bakteri mati dan sebagian lagi lolos ke usus dan berkembang biak disana. Bila imunitas humoral mukosa usus(IgA) kurang baik, bakteri akan menembus sel epital(sel M) ke lamina propria. Di dalam lamina propria bakteri berkembang biak dan difagosit oleh makrofag. Di dalam makrofag bakteri tetap hidup dan berkembang biak. Kemudian bersama makrofag bakteri ke plaque peyer di ileum distal kemudian ke KGB mesenterika lalu ke duktus torasikus dan masuk ke sirkulasi darah. Kemudian bakteri ke organ RE, terutama hati dan limpa. Di organ ini bakteri keluar dari makrofag dan berkembang biak di sinusoid lalu ke sirkulasi darah lagi. Di hati, bakteri masuk ke kandung empedu, berkembang biak dan bersama cairan empedu masuk ke lumen usus. Sebagian dieluarkan melalui feses dan sebagian ke sirkulasi darah setelah menembus usus.



Pemeriksaan:

- kultur darah: dilakukan pada 7-10 hari pertama demam, diharapkan hasil positif

- kultur feses: dilakukan setelah minggu ke dua, diharapkan hasil positif

- tes widal: dilakukan 2x pengambilan sampel dengan selang waktu 10 hari, diharapkan ada kenaikan titer >4x



penatalaksanaan:

non-farmakologi: - tirah baring

- diet dan terapi penunjang

Farmakologi:

- kloramfenikol

- tiamfenikol

- kotrimoksazol

- ceftriakson



pengobatan demam tifoid pada ibu hamil:

1. Penggunaan kloramfenikol pada ibu hamil sebenarnya masih dapat digunakan dengan beberapa catatan:

- jangan digunakan pada trimester ke 3 karena dikuatirkan bayi lahir prematur dengan sindrom grey (abdomen kembung dan berwarna keabu-abuan, hipotermi dan mungkin meninggal)

- terhadap ibu penggunaan bentuk suntikan kloramfenikol mnjelang partus dapat menyebabkan fatty liver, bahkan kematian ibu

2. penggunaan tiamfenikol dianggap aman dan tidak menimbulkan depresi sumsum tulang, namun dianjurkan tidak digunakan pada trimester pertama

3. kotrimoksazol tidak dianjurkan diberikan pada ibu hamil karena menunjukan toksisitas berupa kerusakan akibat tingginya kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir yang diberi obat tersebut menjelang kelahiran. Oabt ini juga bersifat teratogenik

4. ampisilin dan amoksilin tergolong antibiotik ayng paling aman untuk kehamilan. Selain itu dapat diberikan per oral dan parenteral.

Monday, April 5, 2010

Imunisasi BIAS DT-TT

2.1 Imunisasi


2.1.1 Definisi

Kata imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi merupakan suatu pemindahan atau transfer antibodi secara pasif ke tubuh seseorang. Di samping istilah imunisasi, dikenal juga istilah vaksinasi. Vaksinasi adalah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen, dengan tujuan untuk menyiapkan respon imun. Keuntungan dari vaksinasi adalah pertahanan tubuh yang terbentuk akan dibawa seumur hidupnya, murah dan efektif, vaksinasi tidak berbahaya. Reaksi yang serius sangat jarang terjadi. Imunisasi dan vaksinasi memiliki definisi yang berbeda, namun pada praktiknya seringkali definisi keduanya disamaartikan.6

Namun bila ditinjau dari arti kedua istilah tersebut, maka yang sehari-hari dikenal sebagai istilah imunisasi sebenarnya mengacu kepada istilah vaksinasi. Namun demikian, untuk kepentingan komunikasi sehari-hari, penyamaartian kedua istilah tersebut akhirnya terima. 8

Dalam lingkup pelayanan kesehatan, bidang pencegahan merupakan prioritas utama karena pada prinsipnya mencegah lebih baik daripada mengobati. Dalam melaksanakan sistem kesehatan nasional, imunisasi adalah salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Pemberian imunisasi terhadap seorang anak tidak hanya memberikan perlindungan terhadap suatu penyakit tetapi juga mengurangi penyebaran infeksi. Dengan demikian dapat mencegah dan menyelamatkan jiwa dari penyakit infeksi berat. Penurunan insidens penyakit menular telah terjadi di negara-negara maju yang telah melakukan imunisasi dengan teratur dengan cakupan luas. Demikian pula di Indonesia yang dinyatakan bebas penyakit cacar pada tahun 1972 dan terjadi penurunan insidens beberapa penyakit menular secara mencolok sejak tahun 1985, terutama untuk penyakit difteria, tetanus, pertusis, campak dan polio.8





2.1.2 Tujuan Imunisasi

Tujuan umum dilakukan imunisasi adalah turunnya angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi). Penyakit-penyakit itu sendiri mencakup diantaranya tuberkulosis, difteri, pertusis, campak, polio, dan hepatitis B.7

Dalam kerangka ilmu kesehatan masyarakat dan dalam konteks sistem kesehatan nasional, bidang pencegahan merupakan prioritas utama. Untuk itu, program imunisasi merupakan salah satu bentuk program pencegahan penyakit yang menduduki peran sangat strategis.8,9

Secara umum, tujuan imunisasi pada anak adalah untuk menurunkan angka kematian dan angka kesakitan serta mencegah timbulnya akibat buruk lebih lanjut yang dapat diakibatkan oleh penyakit tersebut yang sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Sedangkan tujuan khusus dari imunisasi adalah memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu pada anak.10,11

Untuk mencapai imunitas tubuh pada anak yan optimal, maka salah satu upaya untuk mencapainya ialah dengan imunisasi lanjutan. Selain untuk mempertahankan tingkat kekebalan di atas ambang perlindungan, imunisasi lanjutan juga dimaksudkan untuk memperpanjang masa perlindungan. Imunisasi lanjutan terutama diberikan kepada kelompok anak sekolah dan wanita usia subur (WUS).12



2.1.3 Difteria

2.1.3.1 Difteria8,13

Difteria adalah suatu penyakit akut bersifat toxin-mediated disease yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Penyakit ini diperkenalkan pertama kali oleh Hipokrates pada abad ke 5 SM dan epidemi pertama dikenal pada abad ke-6 oleh Aetius. Bakteri tersebut pertama kali diisolasi dari pseudomembran pasien penderita difteria pada tahun 1883 oleh Klebs, sedangkan anti-toksin ditemukan pertama kali dibuat pada akhir abad ke-19 sedangkan toksoid difteria mulai dibuat sekitar tahun 1920.

Corynebacterium diphteriae adalah bakteri gram positif. Produksi toksin terjadi hanya bila kuman tersebut mengalami lisogenisasi oleh bakteriofag yang mengandung informasi genetik toksin. Hanya galur toksigenik yang dapat menyebabkan penyakit berat. Sampai saat ini telah ditemukan 3 galur bakteri penyebab difteria, yakni gravis, intermedius dan mitis, dan semuanya dapat membuat toksin. Tipe gravis adalah penyebab penyakit difteria yang paling virulen.

Seorang anak dapat terinfeksi difteria pada nasofaringnya dan kuman tersebut kemudian akan memproduksi toksin yang menghambat sintesis protein selular dan menyebabkan destruksi jaringan setempat dan membentuk suatu membran atau selaput yang dapat menyumbat jalan napas. Toksin yang terbentuk pada membran tersebut dapat masuk dalam aliran darah, sehingga dapat menimbulkan komplikasi berupa miokarditis dan neuritis serta trombositopenia.

Semua komplikasi dari difteria, termasuk kematian adalah akibat langsung dari toksin difteria. Beratnya penyakit dan komplikasi tergantung dari luasnya kelainan. Angka kematian tertinggi terjadi pada kelompok usia dibawah lima tahun.



2.1.3.2 Vaksin Difteria8,14

Anti-toksin difteria pertama kali digunakan pada tahun 1891 dan mulai dibuat secara massal tahun 1892. Anti-toksin difteria ini terutama digunakan sebagai pengobatan dan efektifitasnya sebagai pencegahan diragukan. Pemberian anti-toksin dini sangat mempengaruhi angka kematian akibat difteria. Kemudian dikembangkanlah toksoid difteria yang ternyata efektif dalam pencegahan timbulnya difteria. Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk vaksin DTP. Potensi toksoid difteria dinyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti-toksin difteria.

Untuk imunisasi rutin anak dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2, 4, 6, 15-18 bulan dan saat masuk sekolah. Dalam penelitian terhadap bayi yang mendapatkan imunisasi DTP di Jakarta, I Made Setiawan (1992) melaporkan bahwa 71-94% bayi saat imunisasi pertama belum memiliki kadar antibodi protektif terhadap difteria dan setelah mendapatkan imunisasi DTP 3 kali didapatkan 68-81% telah memiliki kadar antibodi protektif terhadap difteria. Beberapa penelitian serologis membuktikan adanya penurunan kekebalan sesudah kurun waktu tertentu dan perlunya penguatan (booster) pada masa anak.



2.1.3.3 Tetanus8,15

Tetanus adalah suatu penyakit akut dan bersifat fatal yang disebabkan oleh eksotoksin produksi bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini sudah mulai dikenal sejak abad ke-5 SM tetapi baru pada tahun 1884 dibuktikan secara eksperimental melalui penyuntikan pus pasien tetanus pada seekor kucing oleh Carle dan Rattone.

Clostridium tetani adalah bakteri gram positif berbentuk batang, bersifat anaerob dan dapat menghasilkan spora dengan bentuk drumstick. Bakteri ini sensitif terhadap suhu panas dan tidak bisa hidup dalam lingkungan beroksigen. Sebaliknya, spora tetanus sangat tahan panas dan kebal terhadap beberapa antiseptik. Banyak terdapat pada kotoran dan debu jalan, usus dan tinja kuda, domba, anjing dan kucing. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka dan dalam suasana anaerob, kemudian menghasilkani toksin (tetanospasmin) yang akan masuk ke dalam sirkulasi darah dan limfe. Toksin tetanus kemudian menempel pada reseptor di sistem saraf. Gejala utama penyakit ini timbul akibat toksin tetanus mempengaruhi pelepasan neurotransmiter, yang berakibat penghambatan sistem inhibisi. Akibatna terjadi kontraksi dan spastisitas otot yang tidak terkontrol, kejang dan gangguan saraf otonom. Perawatan luka merupakan pencegahan utama terjadinya tetanus di samping imunisasi pasif dan aktif.



2.1.3.4 Vaksin Tetanus8

Pembuktian bahwa toksin tetanus dapat dinetralkan oleh suatu zat dilakukan oleh Kitasatol (1889) dan Nocard (1897) yang menunjukkan efek dari transfer pasif suatu anti-toksin yang kemudian diikuti oleh imunisasi pasif selama perang dunia I. Toksoid tetanus kemudian ditemukan oleh Descombey pada tahun 1924 dan efektifitas imunisasi aktif didemonstrasikan pada perang dunia II.

Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. Pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat. Efektifitas vaksin ini cukup baik, ibu yang mendapatkan toksoid tetanus 2 atau 3 dosis memberikan proteksi bagi bayi baru lahir terhadap tetanus neonatal. Pemberian toksoid tetanus yang diberikan dalam DTP diberikan sesuai jadwal PPI.



2.2 Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) DT-TT

2.2.1 Program BIAS DT-TT

Usia sekolah dan remaja dalam menginjak kedewasaan merupakan kurun usia anak dengan paparan lingkungan yang luas dan beraneka ragam. Apabila angka kematian usia balita masih sekitar 56 per 1000 kelahiran hidup maka pada usia sekolah dan remaja menunjukkan grafik yang menurun dan kemudian meningkat lagi pada usia yang lebih lanjut. Kesakitan dan kematian karena penyakit yang termasuk dalam imunisasi nasional sudah sangat berkurang, seperti polio, difteria, tetanus, batuk rejan dan campak, terutama karena dilaksanakannya BIAS.8,16

BIAS adalah bentuk operasional dari imunisasi lanjutan pada anak sekolah yang dilaksanakan pada bulan tertentu setiap tahunnya dengan sasaran semua anak kelas I, II dan III di seluruh Indonesia. Imunisasi lanjutan sendiri merupakan imunisasi ulangan yang ditujukan untuk untuk mempertahankan tingkat kekebalan diatas ambang perlindungan atau untuk memperpanjang masa perlindungan. Penyelenggaraan BIAS ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1059/Menkes/SK/IX/2004 dan mengacu pada himbauan UNICEF, WHO dan UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE) pada tahun 2005 di negara berkembang (insiden dibawah 1 per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun).8,17,18

Pada usia sekolah dan remaja diperlukan vaksinasi ulang atau booster untuk hampir semua jenis vaksinasi dasar yang ada pada usia lebih dini. Masa tersebut sangat penting untuk dipantau dalam upaya pemeliharaan kondisi dan kekebalan tubuh terhadap berbagai macam penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Pada program BIAS yang diberikan adalah imunisasi DT, TT dan campak.8

Mekanisme penyelenggaraan BIAS serupa dengan program imunsasi lainnya, yakni terdiri atas (1) penyusunan perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengelolaan rantai vaksin; (4) penanganan limbah; (5) pencatatan dan pelaporan; (6) supervisi dan bimbingan; dan (7) penelitian dan pengembangan. Perencanaan merupakan bagian yang sangat penting dalam pengelolaan program imunisasi. Masing-masing kegiatan terdiri dari analisa situasi, alternatif pemecahan masalah, alokasi sumber daya (tenaga, dana, sarana dan waktu) secara efisien untuk mencapai tujuan program. Perencanaan disusun mulai dari puskesmas, kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Kegiatan perencanaan meliputi menentukan jumlah sasaran, menentukan target cakupan, perencanaan kebutuhan vaksin berikut peralatan rantai vaksin (cold chain).11


Kegiatan pelaksanaan BIAS meliputi persiapan petugas, persiapan masyarakat, pemberian pelayanan imunisasi dan koordinasi. Pengelolaan rantai vaksin dimaksudkan untuk tetap menjaga kualitas vaksin yang akan diberikan, peralatan rantai vaksin harus tersedia dan digunakan mulai dari pengadaan, penyimpanan, distribusi dan pemakaian. Pencatatan dan pelaporan dalam manajemen program imunisasi memegang peranan penting dan sangat menentukan. Selain menunjang pelayanan imunisasi juga menjadi dasar untuk membuat perencanaan maupun evaluasi.11



2.2.2 Sasaran

Vaksinasi DT diberikan kepada murid SD/MI kelas 1 tanpa memandang apakah anak pernah mendapat vaksinasi DPT pada waktu bayi atau tidak. Vaksinasi TT diberikan pada murid SD/MI kelas 2 dan 3.15



2.2.3 Bahan Vaksin

Vaksin DT-TT merupakan vaksin yang terbuat dari bahan toksoid. Toksoid adalah racun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri yang kemudian telah dilemahkan sehingga tidak berbahaya bagi manusia. Tetanus dan difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan toksin yang berbahaya bagi tubuh. Vaksin DT terdiri dari toksoid difteri dan toksoid tetanus. Sedangkan vaksin TT terdiri dari toksoid tetanus saja.8



2.2.4 Cara Pemberian

Vaksin DT diberikan dengan diinjeksikan secara intramuskular pada lengan atas dengan dosis 0,5 mL. Vaksinasi TT juga diberikan dengan diinjeksikan secara intramuskular pada lengan atas dengan dosis 0,5 mL.8



2.2.5 Pengelolaan Vaksin

Pengelolaan vaksin tercakup di rantai dingin (cold chain). Rantai dingin (cold chain) adalah suatu prosedur yang digunakan dalam pengiriman dan penyimpanan vaksin dari pabrik pembuat sampai pada sasaran. Tujuan dari prosedur ini adalah agar vaksin yang disuntikkan masih mempunyai potensi untuk menimbulkan kekebalan. Cold chain sangat membutuhkan petugas yang dapat menangani secara benar selain peralatan yang modern.18

Vaksin DT-TT akan rusak jika dibekukan atau terkena panas. Bila vaksin sudah rusak karena panas atau pembekuan maka potensinya akan hilang walaupun disimpan kembali ke dalam tempat penyimpanan dengan suhu yang tepat. Oleh karena itu sangat penting untuk menyimpan vaksin pada suhu yang telah ditentukan, yaitu 2-8’C. Sarana cold chain yang dibutuhkan untuk menjamin vaksin tersimpan pada suhu tersebut, antara lain: cold box, vaccine carrier, freezer dan lemari es.18

Pemeriksaan yang terpenting terhadap produk akhir, yaitu pemeriksaan potensi dan safety, namun tidak berarti bahwa pemeriksaan lain tidak dilakukan.

• Pemeriksaan potensi18

Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur infektivitas virus dengan membandingkannya terhadap standar yang telah diketahui titer atau unitnya. Pemeriksaan potensi dibedakan antara vaksin yang dilemahkan atau vaksin virus hidup dengan vaksin inactivated. Pemeriksaan potensi dilakukan pada bulk dalam proses produksi dan pada produk akhir.

• Uji keamanan (safety)18

Bila seluruh partikel virus digunakan, vaksin tersebut tidak saja mengandung antigen protein tetapi juga beberapa substansi lain yang toksik dan mungkin dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Uji keamanan pada pembuatan vaksin virus sangat ketat dan dilakukan sejak tahap awal produksi.

• Cold chain18

KENALI TANDA GEJALA SERANGAN JANTUNG


 Serangan Jantung

Apa itu serangan jantung?
Serangan Jantung adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung (miokardium) mati karena kekurangan oksigen.

Apa penyebabnya?
Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada pembuluh darah jantung menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung.

Hal ini akibat plak-plak dari kolesterol mengendap pada dinding pembuluh darah. Plak-plak kolesterol menyebabkan pengerasan dari dinding-dinding arteri dan menyempitkan pembuluh darah.

Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mati.

Faktor risiko terkena serangan jantung
  • Tidak berolahraga
  • Kegemukan
  • Tinggi kadar kolesterol dalam darah
  • Kadar gula darah tinggi jika Anda memiliki diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok
  • Terlalu banyak stres dalam hidup Anda
Gejala yang bisa muncul?
• Nyeri, kepenuhan, dan/atau perasaan diperas di dada
• Sesak napas
• Mual, muntah, dan/atau ketidaknyamanan perut tengah bagian atas
• Berkeringat dingin
• Panas di hulu hati
• Nyeri lengan (lebih umum lengan kiri, namun mungkin kedua lengan)
• Nyeri rahang, sakit kepala
• Nyeri punggung bagian atas
• Tidak ada gejala-gejala, terutama pada pasien dengan diabetes mellitus.

Apa yang harus dilakukan?
Serangan jantung merupakan suatu keadaan darurat.
Separuh kematian akibat serangan jantung terjadi dalam waktu 3-4 jam pertama setelah terjadinya gejala. Semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar kemungkinan penderita dapat tertolong.
Biasanya segera diberikan tablet Aspirin yang harus dikunyah.
Pemberian obat ini akan mengurangi pembentukan bekuan darah di dalam arteri koroner.

Gimana tingkat kesembuhannya?
Sebagian besar penderita yang bertahan hidup selama beberapa hari setelah serangan jantung dapat mengalami kesembuhan total; tetapi sekitar 10% meninggal dalam waktu 1 tahun.

Lalu pencegahannya gimana?
• Berhenti merokok
• Menurunkan berat badan
• Mengendalikan tekanan darah
• Menurunkan kadar kolesterol darah dengan diet atau dengan obat
• Melakukan olah raga secara teratur.

Latihan apa yang baik setelah mengalami serangan jantung?
Setelah serangan, biasanya tetap berbaring di tempat tidur lebih dari 2-3 hari. Pada hari ketiga atau keempat setelah terjadinya serangan jantung, secara bertahap dilatih duduk, melakukan kegiatan pasif, berjalan ke kamar mandi dan melakukan kegiatan yang tidak menimbulkan stres (misalnya membaca) .
Setelah 3-6 minggu, penderita harus secara perlahan meningkatkan aktivitasnya.
Jika tidak terjadi sesak nafas dan nyeri dada, aktivitas normal bisa kembali dilakukan setelah sekitar 6 minggu.
Setelah keadaan tubuh kembali ke keadaan normal. Olah raga seperti aerobic (lari, senam aerobic, bersepeda), latihan peregangan (latihan beban) atau kombinasi keduanya dapat dilakukan. Minimal 4x/minggu selama 40 menit, telah terbukti memperbaiki pembuluh darah jantung.

Diet jantung sehat
3 J:
• Jumlah : jumlah kalori sesuai kebutuhan
Konsultasikan dengan dokter/ahli gizi, disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, aktivitas, dll.
• Jadwal: waktu makanterjadwal dengan baik
3x makanan utama (pagi, siang, malam) + 2-3x cemilan
• Jenis:
 Karbohidrat dari buah dan sayur-sayuran serta biji-bijian, hindari: makanan manis (dodol, kolak, sirup), cemilan padat kalori (kue tart, jajan pasar)
 Protein sebaiknya dari ikan atau tempe-tahu. Konsumsi ikan minimal 2x/minggu
 Hindari makanan berlemak dan goreng-gorengan, atau terlalu banyak santan. Lemak yang baik bisa didapat dari minyak kedelai, kacang-kacangan.
 Cemilan dengan buah-buahan